Arti Kata "beleter" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "beleter" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

beleter

be·le·ter /belétér/ a banyak berkata-kata; cerewet

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "beleter"

📝 Contoh Penggunaan kata "beleter" dalam Kalimat

1.Ia terkenal sebagai seorang yang sangat beleter dalam mengungkapkan pendapatnya.
2.Pada diskusi yang berlangsung, dia berperan sebagai yang paling beleter dan tidak mau mendengarkan orang lain.
3.Pendidikan adalah sebuah proses yang memerlukan kesabaran dan tidak beleter dalam menerima kritik.
4.Dalam karya sastra tersebut, karakter utamanya digambarkan sebagai seorang yang beleter dan tidak mau mendengarkan nasehat orang lain.
5.Ia dianggap beleter karena selalu ingin menjawab pertanyaan dan tidak membiarkan orang lain bicara.

📚 Artikel terkait kata "beleter"

Mengenal Kata 'beleter' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Beleter" - Bahaya dari Banyak Berkata-Kata

Kata "beleter" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang suka banyak berkata-kata dan cerewet. Di dalam bahasa Indonesia, "beleter" memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu seseorang yang suka banyak berbicara dan tidak pernah berhenti berbicara. Dalam konteks sejarah, kata ini mungkin tidak begitu populer, tetapi dalam interaksi sehari-hari, kata ini sangat umum digunakan.

Penggunaan Kata "Beleter" dalam Kalimat

Misalkan kamu pernah bertemu dengan seseorang yang terus-menerus membicarakan hal ini dan itu, tidak pernah berhenti berbicara. Kamu mungkin akan mengatakan, "Dia benar-benar beleter, tidak pernah berhenti berbicara!" Kata ini juga bisa digunakan dalam kalimat seperti, "Saya tidak bisa berbicara dengan dia, karena dia selalu beleter dan tidak pernah mendengarkan." Dalam kalimat lain, kamu bisa mengatakan, "Saya tidak suka berbicara dengan orang-orang yang beleter, karena mereka tidak pernah memberikan kesempatan kepada saya untuk berbicara."

Relevansi Kata "Beleter" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "beleter" sangat relevan, terutama dalam situasi di mana kita harus berbicara dengan banyak orang. Misalkan kamu pernah menghadiri acara pernikahan, kamu mungkin akan melihat seseorang yang beleter dan terus-menerus membicarakan hal ini dan itu. Dalam situasi seperti ini, kita harus berusaha untuk tidak terganggu oleh perilaku orang tersebut dan tetap sabar. Selain itu, kata "beleter" juga bisa digunakan dalam konteks budaya Indonesia modern, di mana banyak orang suka berbicara dan tidak pernah berhenti berbicara. Dalam konteks ini, kata "beleter" bisa digunakan sebagai sebuah kritik atau saran untuk orang-orang yang suka berbicara terus-menerus dan tidak pernah mendengarkan.