Arti Kata "nir-" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nir-" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nir-

nir- bentuk terikat tidak atau bukan: nirguna; nirleka

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nir-"

📝 Contoh Penggunaan kata "nir-" dalam Kalimat

1.Pada masa lalu, konsep nirguna digunakan untuk menggambarkan keadaan tidak memiliki sifat atau atribut.
2.Dalam filsafat Buddha, nirleka berarti keadaan tidak terikat atau bebas dari penderitaan.
3.Pendidikan di sekolah memperkenalkan konsep nirguna sebagai sifat tidak memiliki sifat.
4.Pada suatu kesempatan, seorang filsuf mengatakan bahwa nirleka adalah keadaan yang tidak dapat dipahami oleh pikiran.
5.Karya sastra modern sering menggunakan konsep nirguna untuk menggambarkan keadaan tidak ada atau tidak terduga.

📚 Artikel terkait kata "nir-"

Mengenal Kata 'nir-' - Inspirasi dan Motivasi

Kata Nir-: Makna dan Penggunaan dalam Bahasa Indonesia

Kata nir- adalah prefiks yang memiliki makna umum sebagai "tidak" atau "bukan". Dalam konteks historis dan sosial, kata ini digunakan untuk mengindikasikan keberadaan tidaknya suatu hal atau kualitas. Pada masa lalu, kata nir- sering digunakan dalam bahasa Sanskerta dan Pali, bahasa-bahasa kuno yang masih dipertuturkan di India dan Sri Lanka. Dalam bahasa Indonesia, kata nir- sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, nirguna berarti tidak memiliki sifat atau bentuk, sedangkan nirleka berarti tidak memiliki hukum atau aturan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata nir- dalam kalimat yang alami: - Di alam liar, ada nirleka yang mengatur siklus hidup hewan dan tumbuhan. - Di Indonesia, banyak orang yang percaya pada nirguna sebagai sumber kekuatan dan kearifan. - Dalam agama Buddha, konsep nirvana atau nirleka dari kehidupan samsara merupakan tujuan utama. Dalam kehidupan sehari-hari, kata nir- memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, dalam konteks lingkungan, nirleka dapat berarti tidak memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. Dalam konteks sosial, nirguna dapat berarti tidak memiliki diskriminasi atau prejudis. Dengan demikian, kata nir- menjadi kata yang sangat relevan dalam kehidupan modern, terutama dalam konteks lingkungan dan sosial.