Arti Kata "belu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "belu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

belu

be·lu v, mem·be·lu v memeriksa (mencoba) benar tidaknya (tt penemuan, hitungan, pelajaran, dsb): setelah beberapa kali ia -, barulah ia mengemukakannya kpd guru

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "belu"

📝 Contoh Penggunaan kata "belu" dalam Kalimat

1.Setelah beberapa kali belu, barulah ia mengemukakannya kepada guru.
2.Dalam proses mencari jawaban, mahasiswa harus belu beberapa kali sebelum menemukan yang tepat.
3.Peneliti harus teliti dalam belu data sebelum menarik kesimpulan.
4.Sebelum menghadapi ujian, siswa harus belu beberapa kali untuk memastikan jawaban yang tepat.
5.Dalam sebuah novel, tokoh utama harus belu banyak hal sebelum akhirnya menemukan kebenaran.

📚 Artikel terkait kata "belu"

Mengenal Kata 'belu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "belu" - Menemukan Kebenaran

Kata "belu" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, "belu" berarti memeriksa atau mencoba benar tidaknya sesuatu, seperti penemuan, hitungan, atau pelajaran. Dalam konteks historis, kata ini mungkin dipengaruhi oleh bahasa daerah atau bahasa lain yang digunakan pada masa lalu. Namun, dalam konteks modern, kata "belu" tetap digunakan untuk menunjukkan proses memeriksa atau mencoba kebenaran. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "belu" sering digunakan dalam kalimat-kalimat yang alami. Misalnya, seseorang mungkin berkata, "Saya belum belu jawaban soal tersebut, karena saya masih ragu-ragu." Atau, "Dia sudah belu resep masakan itu, dan ternyata hasilnya sangat enak." Dalam kalimat-kalimat seperti ini, kata "belu" digunakan untuk menunjukkan proses memeriksa atau mencoba kebenaran. Kata "belu" juga memiliki relevansi dalam kebudayaan Indonesia modern. Dalam konteks budaya, kata ini mungkin digunakan untuk menunjukkan pentingnya memeriksa atau mencoba kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam kalimat, "Saya harus belu kebenaran sebelum membuat keputusan yang tepat." Dalam kalimat seperti ini, kata "belu" digunakan untuk menunjukkan pentingnya memeriksa atau mencoba kebenaran sebelum membuat keputusan. Dalam keseluruhan, kata "belu" memiliki makna yang unik dan penting dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks modern, kata ini tetap digunakan untuk menunjukkan proses memeriksa atau mencoba kebenaran.