Arti Kata "benuaron" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "benuaron" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

benuaron

be·nu·a·ron n bekas ladang yg ditanami buah-buahan (di masyarakat Kubu)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "benuaron"

📝 Contoh Penggunaan kata "benuaron" dalam Kalimat

1.Di pedalaman hutan, ada sebuah benuaron yang ditanami oleh masyarakat Kubu dengan berbagai jenis buah-buahan.
2.benuaron ini menjadi sumber kehidupan bagi keluarga yang tinggal di sekitarnya, menyediakan buah dan sayuran segar.
3.Dalam tradisi masyarakat Kubu, benuaron dianggap sebagai simbol keberkahan dan kemakmuran.
4.Saya dan teman-teman pergi ke benuaron untuk berkebun dan berlatih menanam buah-buahan.
5.Dokter menganjurkan pasien untuk mengunjungi benuaron dan menanam buah-buahan untuk meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan.

📚 Artikel terkait kata "benuaron"

Mengenal Kata 'benuaron' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "benuaron" - Inspirasi dari Tradisi Masyarakat Kubu

Kata "benuaron" seringkali terdengar asing di telinga kita, tetapi bagi masyarakat Kubu, buah-buahan yang ditanam di bekas ladang tersebut memiliki makna yang sangat spesial. Dalam bahasa Indonesia, benuaron merujuk pada area yang telah digunakan untuk menanam buah-buahan, seperti di daerah perkampungan Kubu. Benuaron bukan hanya merupakan suatu lokasi untuk menanam tanaman, tetapi juga merupakan simbol kehidupan sehari-hari bagi masyarakat Kubu. Dalam tradisi mereka, benuaron seringkali dijadikan tempat untuk beristirahat, berbicara, dan berbagi pengalaman dengan anggota masyarakat lainnya. Mereka percaya bahwa benuaron memiliki kekuatan untuk menghubungkan mereka dengan alam dan dengan diri sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa melihat contoh penggunaan kata benuaron dalam kalimat yang alami seperti ini: "Saya pergi ke benuaron untuk menanam buah mangga dan durian." atau "Saya sangat senang dapat mengunjungi benuaron bersama keluarga saat liburan." Kata benuaron juga seringkali digunakan dalam konteks budaya dan tradisi, seperti dalam laporan antropologi tentang masyarakat Kubu. Dalam konteks Indonesia modern, kata benuaron masih relevan dan dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya, jika kita ingin menciptakan taman kota yang lebih hijau dan seimbang dengan alam, maka kita bisa menggunakan konsep benuaron sebagai inspirasi. Dengan demikian, kita dapat memperoleh kesan yang lebih mendalam tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan lingkungan sekitar.