Arti Kata "mulut-mulutan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mulut-mulutan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mulut-mulutan

mu.lut-mu.lut.an Nomina (kata benda) Bahasa kasar sebutan; percakapan: menjadi mulut-mulutan orang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mulut-mulutan"

📝 Contoh Penggunaan kata "mulut-mulutan" dalam Kalimat

1.Siswa di sekolah tersebut dikenal sebagai mulut-mulutan karena selalu bercakap-cakap tentang gosip.
2.Pemuda itu dianggap mulut-mulutan karena suka membocorkan rahasia orang lain.
3.Dalam novel tersebut, sang karakter menjadi mulut-mulutan karena suka menyebarkan kabar bohong.
4.Penggunaan bahasa kasar seperti mulut-mulutan perlu dihindari dalam percakapan formal.
5.mulut-mulutan di kalangan remaja seringkali dianggap sebagai kebiasaan buruk yang perlu diatasi.

📚 Artikel terkait kata "mulut-mulutan"

Mengenal Kata 'mulut-mulutan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mulut-mulutan" - Seputar Bahasa Kasar dalam Komunikasi

Kata "mulut-mulutan" seringkali digunakan dalam konteks yang tidak formal, tetapi maknanya tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari. Istilah ini memiliki asal-usul dari bahasa kasar, yang digunakan untuk menyebutkan percakapan atau omong ko'ong yang tidak bermutu. Dalam sejarah, kata ini muncul sebagai bentuk kritik terhadap orang-orang yang terlalu banyak berbicara tanpa memiliki informasi yang akurat. Dalam penggunaan sehari-hari, kata "mulut-mulutan" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berbicara dengan tidak bertanggung jawab. Misalnya, "Dia menjadi mulut-mulutan setelah mendengar berita palsu." Atau, "Jangan percaya pada perkataan mulut-mulutan itu, karena tidak ada bukti yang solid." Dalam kalimat-kalimat seperti ini, kata "mulut-mulutan" menekankan pentingnya melakukan penelitian dan verifikasi sebelum menyebarkan informasi. Dalam budaya Indonesia modern, kata "mulut-mulutan" masih relevan dalam konteks komunikasi. Misalnya, dalam dunia politik, kata ini digunakan untuk mengkritik pihak yang berbicara tanpa memiliki informasi yang akurat. Selain itu, dalam konteks sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu banyak berbicara dan tidak memiliki kemampuan untuk mendengarkan. Dengan demikian, kata "mulut-mulutan" tetap menjadi istilah yang penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks komunikasi yang tidak formal.