Arti Kata "berani sendok pengedang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "berani sendok pengedang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

berani sendok pengedang

Peribahasa perihal orang berani, tetapi bodoh

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "berani sendok pengedang"

📝 Contoh Penggunaan kata "berani sendok pengedang" dalam Kalimat

1.Dia mengaku berani, tetapi berani sendok pengedang dalam menghadapi tantangan.
2.Dia tidak berani menghadapi kebenaran, hanya berani sendok pengedang.
3.Dia sering mengaku berani, namun berani sendok pengedang dalam mengambil keputusan.
4.Dia mengaku berani, tetapi berani sendok pengedang dalam menghadapi kritik.
5.Dia berani mengucapkan pendapatnya, tetapi berani sendok pengedang dalam mendukungnya.

📚 Artikel terkait kata "berani sendok pengedang"

Mengenal Kata 'berani sendok pengedang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Berani Sendok Pengedang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "berani sendok pengedang" adalah peribahasa yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berani, tetapi tidak memiliki kebijaksanaan atau pengetahuan yang cukup untuk mengambil keputusan yang tepat. Peribahasa ini telah digunakan dalam bahasa Indonesia sejak zaman kolonial dan masih relevan hingga saat ini. Dalam konteks sejarah, "berani sendok pengedang" digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang berani mengambil risiko, tetapi tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "berani sendok pengedang" sering digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang berani mengambil keputusan, tetapi tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengambil keputusan yang tepat. Misalnya, seseorang yang berani mengambil pinjaman uang kepada bank, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membayar kembali pinjaman tersebut dapat digambarkan sebagai "berani sendok pengedang". Atau, seseorang yang berani mengambil keputusan untuk meninggalkan pekerjaan tanpa memiliki rencana yang jelas untuk masa depan dapat juga digambarkan sebagai "berani sendok pengedang". Kata "berani sendok pengedang" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, kata ini digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang berani mengambil keputusan yang radikal, tetapi tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka. Misalnya, seseorang yang berani mengambil keputusan untuk meninggalkan pekerjaan untuk memulai bisnis sendiri, tetapi tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk menghadapi tantangan bisnis dapat digambarkan sebagai "berani sendok pengedang". Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna sebenarnya dari kata "berani sendok pengedang" dan untuk tidak menggunakannya secara tidak tepat.