Arti Kata "berarak ke tebing" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "berarak ke tebing" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

berarak ke tebing

Peribahasa melakukan pekerjaan yang mendapatkan kecelakaan atau kerugian

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "berarak ke tebing"

📝 Contoh Penggunaan kata "berarak ke tebing" dalam Kalimat

1.Kami mesti berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis, kalau tidak akan berarak ke tebing.
2.Pekerjaan yang dilakukan oleh anak muda di pabrik itu berarak ke tebing karena kesalahan fatal.
3.Dalam novel tersebut, tokoh utama mengalami kegagalan besar dalam hidupnya yang berarak ke tebing.
4.Banyak orang yang tidak memahami pelajaran matematika karena berarak ke tebing dalam mengerjakan soal-soal.
5.Karena kesalahan yang berulang kali, perusahaan tersebut berarak ke tebing dan akhirnya bangkrut.

📚 Artikel terkait kata "berarak ke tebing"

Mengenal Kata 'berarak ke tebing' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "berarak ke tebing" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "berarak ke tebing" adalah salah satu peribahasa yang populer dalam Bahasa Indonesia. Makna umum dari kata ini adalah melakukan pekerjaan yang mendapatkan kecelakaan atau kerugian. Kata ini memiliki latar belakang historis yang menarik, karena berasal dari kebiasaan para nelayan yang berlayar di laut. Ketika mereka berlayar, mereka harus siap menghadapi berbagai jenis cuaca dan kondisi laut yang tidak stabil. Jika mereka tidak berhati-hati, mereka bisa tertabrak tebing laut atau mengalami kecelakaan lainnya.

Peribahasa berarak ke tebing telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini digunakan untuk menggambarkan situasi yang berpotensi mengalami kecelakaan atau kerugian. Misalnya, "Dia berarak ke tebing saat mengembangkan bisnis baru" atau "Projek mereka berarak ke tebing karena kekurangan sumber daya". Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata "berarak ke tebing" digunakan untuk menggambarkan potensi kecelakaan atau kerugian yang mungkin terjadi.

Relevansi Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam budaya Indonesia modern, kata "berarak ke tebing" masih relevan dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, saat seseorang mengambil keputusan yang berpotensi mengalami kecelakaan atau kerugian, mereka mungkin akan berkata "Saya berarak ke tebing dengan keputusan ini". Dalam konteks ini, kata "berarak ke tebing" digunakan untuk menggambarkan potensi risiko yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu berhati-hati dan berpikir matang sebelum membuat keputusan yang berpotensi mengalami kecelakaan atau kerugian.