Arti Kata "yang rebah ditindih" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "yang rebah ditindih" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

yang rebah ditindih

yang rebah di.tin.dih Peribahasa yang sudah celaka (miskin) bertambah celaka (miskin)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "yang rebah ditindih"

📝 Contoh Penggunaan kata "yang rebah ditindih" dalam Kalimat

1.Pernikahan mereka tidak berjalan lancar, karena suaminya yang rebah ditindih oleh utang.
2.Di masyarakat, yang rebah ditindih oleh korupsi akan selalu menjadi korban.
3.Dalam novel itu, tokoh utamanya yang rebah ditindih oleh kehidupan yang penuh penderitaan.
4.Saya mendengar bahwa perusahaan yang rebah ditindih oleh kebijakan pemerintah yang tidak mendukung.
5.Di pedesaan, yang rebah ditindih oleh kemiskinan seringkali menjadi korban peredaran narkoba.

📚 Artikel terkait kata "yang rebah ditindih"

Mengenal Kata 'yang rebah ditindih' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "yang rebah ditindih" - Inspirasi dan Motivasi

Makna dan Konteks Sejarah Kata "yang rebah ditindih"

Kata "yang rebah ditindih" memiliki makna yang sangat mendalam dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini berarti seseorang atau sesuatu yang rebah dan kemudian ditindih oleh sesuatu yang lebih berat. Kata ini sering digunakan dalam konteks peribahasa yang menggambarkan keadaan seseorang yang sudah celaka (miskin) dan bertambah celaka (miskin). Peribahasa ini memiliki akar sejarah yang terkait dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia pada masa lalu, di mana kemiskinan dan kesulitan hidup sangat umum.

Penggunaan Kata "yang rebah ditindih" dalam Kalimat yang Alami

Kata "yang rebah ditindih" sering digunakan dalam kalimat yang menggambarkan keadaan seseorang yang sudah terluka dan kemudian ditinggalkan oleh orang lain. Contoh penggunaan kata ini adalah: "Dia sudah terluka parah, tapi orang lain tidak peduli, sehingga dia yang rebah ditindih oleh kesulitan hidup." Atau, "Dia sudah miskin, tapi kemudian dia kehilangan pekerjaan, sehingga dia yang rebah ditindih oleh kesulitan ekonomi." Contoh lainnya adalah: "Dia sudah terganggu oleh masalah kesehatan, tapi kemudian dia harus menghadapi masalah keuangan, sehingga dia yang rebah ditindih oleh dua masalah besar."

Relevansi Kata "yang rebah ditindih" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "yang rebah ditindih" memiliki relevansi yang sangat tinggi dalam kehidupan sehari-hari kita. Dalam dunia modern, kita sering menghadapi kesulitan hidup yang berat, baik itu masalah ekonomi, kesehatan, atau sosial. Kata ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan hidup. Dengan memahami makna dan konteks sejarah kata "yang rebah ditindih", kita dapat lebih baik menghadapi kesulitan hidup dan tidak menyerah pada situasi yang tidak menguntungkan.