Arti Kata "yang bujur lalu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "yang bujur lalu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

yang bujur lalu

Peribahasa siapa yang tidak melawan akan selamat, yang menentang akan binasa (sesuatu yang harus diturut)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "yang bujur lalu"

📝 Contoh Penggunaan kata "yang bujur lalu" dalam Kalimat

1.Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata "yang bujur lalu" dalam konteks mengikuti aturan atau peraturan yang telah ditetapkan.
2.Pada masa lalu, pemerintah menggunakan peribahasa ini dalam kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengikuti hukum dan peraturan.
3.Dalam cerita rakyat, ada seorang pemuda yang dihadapkan pada pilihan harus menemui raja atau kehilangan harta benda; pemuda itu memilih untuk menuruti yang bujur lalu, dan akhirnya dia selamat.
4.Dalam konteks pendidikan, guru dapat menggunakan peribahasa ini untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya mengikuti aturan dan peraturan di sekolah.
5.Pada suatu kesempatan, seorang politisi menggunakan peribahasa ini dalam pidatonya untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya mengikuti prinsip kejujuran dan integritas.

📚 Artikel terkait kata "yang bujur lalu"

Mengenal Kata 'yang bujur lalu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "yang bujur lalu" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "yang bujur lalu" adalah salah satu peribahasa dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna yang sangat dalam. Dalam konteks historis, peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang tidak dapat diubah. Dalam arti resmi, "yang bujur lalu" berarti siapa yang tidak melawan akan selamat, yang menentang akan binasa. Ini berarti bahwa seseorang yang tidak menentang atau tidak melawan akan dapat selamat, sedangkan yang menentang akan mengalami kesulitan atau bahkan kegagalan.

Penggunaan Kata "yang bujur lalu" dalam Kalimat

Kata "yang bujur lalu" dapat digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan situasi yang berbeda-beda. Misalnya, "Dia harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang telah terjadi, karena yang bujur lalu akan selamat." Dalam kalimat ini, kata "yang bujur lalu" digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak dapat diubah dan perlu disesuaikan. Contoh lain, "Dia memutuskan untuk menyerah, karena yang bujur lalu akan binasa jika dia terus menentang." Dalam kalimat ini, kata "yang bujur lalu" digunakan untuk menggambarkan keadaan yang akan terjadi jika seseorang terus menentang.

Relevansi Kata "yang bujur lalu" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "yang bujur lalu" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam situasi di mana seseorang harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang tidak dapat diubah. Dalam budaya Indonesia modern, kata "yang bujur lalu" sering digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang tidak dapat diubah. Misalnya, jika seseorang mengalami kegagalan dalam suatu usaha, mereka dapat menggunakan kata "yang bujur lalu" sebagai motivasi untuk mencoba lagi dengan cara yang berbeda. Dengan demikian, kata "yang bujur lalu" dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang tidak dapat diubah dan mencoba lagi dengan cara yang berbeda.