Arti Kata "bongkong" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bongkong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bongkong

bong·kong Mk a belum tahu banyak tt sopan-santun (celaan kpd orang hulu);
orang darat -- , ki orang hulu yg jarang keluar dr kampungnya sehingga masih sederhana

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bongkong"

📝 Contoh Penggunaan kata "bongkong" dalam Kalimat

1.Orang hulu sering disebut bongkong karena masih sederhana dan kurang pengetahuan.
2.Pada zaman dahulu, seorang bongkong dari desa tidak pernah mengunjungi ibukota provinsi.
3.Karena sederhana dan kurang pengetahuan, seorang bongkong seringkali kesulitan menjelaskan kebutuhan masyarakat.
4.Dia adalah seorang bongkong yang masih hidup di desa, jauh dari kemajuan teknologi.
5.Dalam perjalanan ke desa, kami bertemu dengan seorang bongkong yang sangat ramah.

📚 Artikel terkait kata "bongkong"

Mengenal Kata 'bongkong' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bongkong" - Sopan Santun dalam Budaya Indonesia

Kata "bongkong" memiliki makna yang kaya dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis dan sosial, bongkong merujuk pada seseorang yang belum terlatih dalam sopan santun, terutama dalam berinteraksi dengan orang hulu. Orang darat yang masih sederhana dan minim pengalaman juga dapat disebut sebagai bongkong. Dalam arti ini, bongkong bukanlah kata yang bernada negatif, melainkan lebih kepada sifat seseorang yang masih belajar dan berkembang. Sopan Santun dalam Masyarakat Kata bongkong sering digunakan dalam konteks sosial untuk menggambarkan seseorang yang masih perlu belajar tentang sopan santun. Misalnya, "Dia masih bongkong dalam berbicara dengan orang tua, jadi perlu diajar lagi." Atau, "Orang ini bongkong dalam berinteraksi dengan masyarakat, tapi setelah beberapa waktu dia mulai lebih sopan." Dalam kalimat-kalimat tersebut, kata bongkong digunakan untuk menggambarkan seseorang yang masih perlu belajar dan berkembang. Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari Dalam kehidupan sehari-hari, kata bongkong memiliki relevansi yang signifikan. Dalam lingkungan sosial yang serba kompleks, seseorang yang masih bongkong dapat menjadi tantangan dalam berinteraksi dengan orang lain. Namun, dengan kesadaran dan pendidikan, seseorang dapat berkembang menjadi individu yang lebih sopan dan peduli dengan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna kata bongkong dan menggunakan kata ini dengan bijak dalam berkomunikasi dengan orang lain.