Arti Kata "bopong" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bopong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bopong

bo·pong v, mem·bo·pong v membawa anak dng kedua belah tangan di depan dada

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bopong"

📝 Contoh Penggunaan kata "bopong" dalam Kalimat

1.Di Indonesia, orang tua sering membohong anak-anak mereka agar tidak menangis.
2.Anak kecil itu memboong ayahnya agar bisa membeli mainan.
3.Dalam budaya Sunda, memboong anak adalah cara klasik untuk menghiburnya.
4.Pada saat itu, ibu saya memboongku agar tidak takut dengan suara petir.
5.Dalam tradisi Afrika, bohong anak adalah cara untuk mengajarkan anak bermain dan berimajinasi.

📚 Artikel terkait kata "bopong"

Mengenal Kata 'bopong' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bopong" - Hati-Hati dengan Cara Menggendong Anak!

Kata "bopong" sering digunakan dalam konteks menggendong anak dengan cara membawa mereka di depan dada menggunakan kedua belah tangan. Berikut ini adalah makna umum dan konteks historis dari kata "bopong" yang perlu kamu ketahui. Dalam bahasa Indonesia, "bopong" memiliki kata dasar yang sama dengan kata "bongong", yang berarti "bernapas dalam-dalam" atau "bernapas dalam-dalam dengan cara yang kuat". Namun, dalam konteks menggendong anak, "bopong" memiliki makna yang lebih spesifik yaitu membawa anak di depan dada menggunakan kedua belah tangan. Konsep ini telah ada sejak zaman dahulu dan masih digunakan hingga saat ini. Menggendong Anak dengan Cara yang Tepat Bagaimana cara menggendong anak dengan cara yang tepat? Berikut ini adalah contoh penggunaan kata "bopong" dalam kalimat yang alami: - Ayah saya sering membopongku ketika saya masih kecil. - Ibu meminta bapak untuk membopong anaknya agar tidak jatuh. - Saya menggendong adikku dengan cara bopong, sehingga dia merasa aman. Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari Kata "bopong" bukan hanya digunakan dalam konteks menggendong anak, namun juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, "bopong" sering digunakan sebagai metafor untuk menggambarkan cara menghadapi tantangan atau kesulitan. Misalnya, seseorang yang membopong tantangan itu dapat artinya bahwa mereka menghadapinya dengan penuh keberanian dan percaya diri. Dengan demikian, kata "bopong" memiliki makna yang lebih dalam dan kompleks daripada hanya sekadar menggendong anak. Dengan memahami makna dan konteks kata "bopong", kita dapat memiliki wawasan yang lebih luas tentang cara menghadapi tantangan dan kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.