Arti Kata "buta warna" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "buta warna" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

buta warna

tidak dapat melihat (membedakan) warna dengan baik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "buta warna"

📝 Contoh Penggunaan kata "buta warna" dalam Kalimat

1.Banyak anak berusia 5 tahun yang mengalami kebutaan warna karena belum cukup matang.
2.Orang buta warna biasanya memiliki kesulitan dalam membedakan warna merah dan merah muda.
3.Sebagai seorang guru, dia harus mengadaptasi metode mengajar untuk anak buta warna di kelasnya.
4.Banyak orang menganggap kebutaan warna sebagai cacat, namun sekarang ada banyak pilihan teknologi yang dapat membantu mereka.
5.Dia adalah seorang seniman yang terkenal karena kemampuan menggambarnya yang tidak terpengaruh oleh kebutaan warnanya.

📚 Artikel terkait kata "buta warna"

Mengenal Kata 'buta warna' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Buta Warna" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "buta warna" memiliki makna umum yang berbeda dari pengertian di baliknya. Secara resmi, "buta warna" berarti tidak dapat melihat (membedakan) warna dengan baik. Ketika kita membayangkan orang buta warna, mungkin kita langsung membayangkan seseorang yang tidak dapat melihat warna sama sekali. Namun, faktanya, orang buta warna masih dapat melihat, tetapi mereka memiliki kesulitan untuk membedakan warna. Kata "buta warna" juga memiliki konteks historis yang menarik. Pada awalnya, istilah ini digunakan untuk menggambarkan kondisi orang yang mengalami gangguan penglihatan warna. Namun, seiring waktu, istilah ini juga digunakan dalam konteks budaya dan sosial. Banyak orang yang menggunakan istilah ini untuk menggambarkan seseorang yang tidak dapat membedakan warna dengan baik, tetapi tidak secara harfiah berarti bahwa mereka buta. Contoh penggunaan kata "buta warna" dalam kalimat yang alami adalah: - "Saya sangat kesulitan mengidentifikasi warna cat rumah baru saya, karena saya buta warna." - "Orang buta warna sering kali kesulitan memilih pakaian yang sesuai dengan suasana." - "Saya tidak sabar untuk mencari pakaian dengan warna yang tepat, karena saya tidak ingin terlihat seperti orang buta warna di acara malam ini." Kata "buta warna" memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Banyak orang yang menggunakan teknologi untuk membantu mereka dalam membedakan warna, seperti aplikasi warna yang dapat membantu mereka menentukan warna yang tepat. Selain itu, banyak perusahaan yang juga menggunakan teknologi untuk membantu mereka dalam membedakan warna, seperti menggunakan scanner warna untuk memantau kualitas produk. Dengan demikian, kata "buta warna" tidak lagi menjadi hal yang tabu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.