Arti Kata "cabir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "cabir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

cabir

ca·bir a robek panjang; koyak; cabik;
co·bar-ca·bir a cabik-cabik; suwir-suwir;
ber·ca·bir·an a cabik-cabik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "cabir"

📝 Contoh Penggunaan kata "cabir" dalam Kalimat

1.Baju itu sudah banyak bercahir setelah dipakai beberapa kali.
2.Kain katunnya terlihat sangat bercahir setelah dijemur di bawah sinar matahari.
3.Gigi bocah itu mulai bercahir dan perlu segera dikontrol.
4.Pakaian lama itu banyak bercahir sehingga tidak bisa dipakai lagi.
5.Pada tahap awal penyembuhan, kulitnya mulai bercahir dan berdarah.

📚 Artikel terkait kata "cabir"

Mengenal Kata 'cabir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "cabir" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "cabir" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara umum, "cabir" dapat diartikan sebagai robek, koyak, atau cabik. Makna ini telah ada sejak lama dan terkait dengan proses fisik yang terjadi pada benda atau objek. Dalam sejarah, kata "cabir" juga terkait dengan proses pembuatan atau pengolahan benda-benda tradisional, seperti tekstil atau kerajinan tangan. Dalam konteks sehari-hari, kita sering menggunakan kata "cabir" untuk menggambarkan kondisi suatu benda atau objek. Misalnya, "pakaian tersebut tercabir karena terkena gigitan tikus" atau "kayu yang tercabir karena hujan deras". Kata "cabir" juga sering digunakan dalam kalimat yang lebih kompleks, seperti "saya harus memperbaiki baju yang tercabir" atau "kita harus mengganti kaca yang tercabir". Dalam kehidupan sehari-hari, kata "cabir" memiliki relevansi yang signifikan. Kita sering menghadapi situasi di mana suatu benda atau objek tercabir, sehingga perlu diperbaiki atau diganti. Dalam konteks budaya Indonesia modern, kata "cabir" juga terkait dengan konsep "bertanggung jawab" atau "memperbaiki kesalahan". Oleh karena itu, kita harus selalu siap untuk menghadapi situasi-situasi yang memerlukan perbaikan atau penggantian. Kata "cabir" juga memiliki makna yang lebih dalam dalam konteks budaya Indonesia modern. Kita sering menggunakan kata "cabir" untuk menggambarkan kondisi suatu hubungan atau relasi. Misalnya, "kita harus memperbaiki hubungan yang tercabir" atau "saya harus mencari jalan untuk memperbaiki hubungan yang tercabir". Dalam konteks ini, kata "cabir" memiliki makna yang lebih kompleks dan terkait dengan konsep "kepedulian" atau "kesadaran diri".