Arti Kata "cingkeh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "cingkeh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

cingkeh

cing·keh /cingkéh/ ? cengkih

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "cingkeh"

📝 Contoh Penggunaan kata "cingkeh" dalam Kalimat

1.Dalam konteks perdagangan, pedagang menjual cengkih segar di pasar tradisional.
2.Kebun cengkih di Jawa Barat dikenal karena produksinya yang sangat tinggi setiap tahunnya.
3.Cengkih digunakan sebagai bahan utama dalam membuat minyak yang baik untuk kesehatan kulit.
4.Pada festival budaya, para penari mengenakan pakaian yang terbuat dari bunga cengkih sebagai hiasan.
5.Penggunaan cengkih sebagai pengawet makanan sudah menjadi tradisi turun temurun di Indonesia.

📚 Artikel terkait kata "cingkeh"

Mengenal Kata 'cingkeh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Cingkeh" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "cingkeh" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini memiliki arti sebagai "cingkeh /cingkeh/ ? cengkih". Namun, dalam konteks historis dan sosial, kata ini memiliki makna yang lebih mendalam. Pada abad ke-19, kata "cingkeh" digunakan untuk menggambarkan orang-orang Barat yang datang ke Indonesia, terutama orang-orang Inggris dan Belanda. Mereka biasanya dianggap sebagai penjajah dan dipandang dengan pandangan yang negatif.

Penggunaan Kata "Cingkeh" dalam Kalimat

Cingkeh memiliki penggunaan yang luas dalam kalimat sehari-hari. Misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terkesan dengan budaya Barat. "Dia sangat cingkeh, suka memakai pakaian Barat dan mendengarkan musik Barat". Kata ini juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki perilaku yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia. "Dia terlalu cingkeh, tidak pernah mau makan nasi goreng dan suka memakan makanan Barat".

Relevansi Kata "Cingkeh" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "cingkeh" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam era globalisasi, banyak orang Indonesia yang terkesan dengan budaya Barat dan suka memakai pakaian, mendengarkan musik, dan mengikuti kebiasaan Barat. Namun, hal ini tidak selalu berarti bahwa mereka telah kehilangan identitas budaya Indonesia. Bahkan, banyak orang Indonesia yang suka memadukan budaya Barat dengan budaya Indonesia, sehingga menciptakan sesuatu yang unik dan menarik. Dalam konteks ini, kata "cingkeh" dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki identitas budaya yang kompleks dan unik.