Arti Kata "deisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "deisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

deisme

de·is·me /déisme/ n pandangan hidup atau ajaran yg mengakui adanya Tuhan sbg pencipta alam semesta, tetapi tidak mengakui agama krn ajarannya didasarkan atas keyakinannya pd akal dan kenyataan hidup

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "deisme"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "deisme" dalam Kalimat

1.deisme adalah pandangan hidup yang sederhana dan alami, tidak membutuhkan banyak ritual.
2.Pandangan deisme biasanya dianggap sebagai awal dari era modern, karena menegaskan kebebasan beragama.
3.Ajaran deisme seringkali dikaitkan dengan filsafat dan ilmu pengetahuan, karena fokus pada pemahaman logis.
4.Pada abad ke-18, deisme menjadi populer di Eropa, sebagai alternatif dari agama tradisional.
5.Tulisan karya Voltaire yang berjudul "Disertasi tentang Ajaran deisme" sangat berpengaruh dalam sejarah filsafat.

πŸ“š Artikel terkait kata "deisme"

Mengenal Kata 'deisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Deisme" - Inspirasi dan Motivasi

Deisme adalah suatu pandangan hidup atau ajaran yang mengakui adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta, tetapi tidak mengakui agama karena ajarannya didasarkan atas keyakinannya pada akal dan kenyataan hidup. Konsep deisme muncul pada Abad Pencerahan di Eropa, sebagai reaksi terhadap kekejaman dan ketidakadilan yang dilakukan atas nama agama. Pemikir besar seperti Voltaire dan RenΓ© Descartes merupakan tokoh-tokoh penting yang mempengaruhi perkembangan deisme. Deisme sering digunakan untuk menggambarkan pemikiran yang lebih rasional dan bukan berdasarkan iman. Misalnya, "Pemikiran deisme yang kuat membuatnya menolak mengikuti agama karena tidak ingin dikendalikan oleh dogma." Atau, "Dia menganggap deisme sebagai cara yang lebih baik untuk memahami Tuhan, tanpa harus terikat oleh ritual agama." Dalam kalimat lain, "Pemikir deisme cenderung lebih fokus pada akal dan pengalaman alam, daripada kepercayaan iman." Dalam kehidupan sehari-hari, deisme dapat memberikan inspirasi dan motivasi. Dengan mengakui adanya Tuhan sebagai pencipta alam, kita dapat lebih menghargai keindahan dan keajaiban alam semesta. Deisme juga dapat membantu kita untuk lebih fokus pada akal dan pengalaman hidup, daripada terikat oleh dogma dan kepercayaan iman. Dalam budaya Indonesia modern, deisme dapat menjadi sebuah alternatif untuk memahami agama dalam konteks yang lebih rasional dan demokratis.