Arti Kata "desibel" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "desibel" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

desibel

de·si·bel /désibel/ n 1 satuan ukuran untuk mengukur kerasnya suara; satuan ukuran untuk mengukur ketajaman pendengaran; 2 Fis satuan untuk mengukur rasio dua daya atau intensitas, atau rasio antara suatu daya dan daya acuan; satuan yg sama dng 10 kali logaritme rasio tsb; 3 Ling satuan untuk menyatakan intensitas bunyi relatif pd skala dr 0 untuk rata-rata bunyi yg dapat didengar sampai 130 untuk rata-rata bunyi pd ambang pendengaran tertinggi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "desibel"

📝 Contoh Penggunaan kata "desibel" dalam Kalimat

1.Pemerintah mengatur batas intensitas suara kerja yang tidak boleh melebihi 80 desibel.
2.Suara musik heavy metal sangat keras dengan intensitas suara mencapai 110 desibel.
3.Menggunakan alat pelindung telinga saat bekerja di area yang intensitas suara mencapai 120 desibel sangat dianjurkan.
4.Telinga saya mulai sakit setelah mendengarkan musik yang berdurasi lama dengan intensitas suara sekitar 105 desibel.
5.Suara mesin jet yang melintas di atas kita sangat keras dengan intensitas suara mencapai 130 desibel.

📚 Artikel terkait kata "desibel"

Mengenal Kata 'desibel' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Desibel" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "desibel" merupakan istilah yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks musik, suara, dan pendengaran. Namun, apakah Anda sudah tahu apa itu desibel? Desibel adalah satuan ukuran untuk mengukur kerasnya suara, ketajaman pendengaran, atau rasio antara daya suara yang berbeda. Dalam sejarahnya, desibel memiliki asal-usul yang menarik. Istilah ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1920-an oleh seorang fisiolog bernama Fletcher, yang kemudian diadopsi oleh Organisasi Internasional untuk Standar dan Teknologi (ISO) sebagai satuan standar untuk mengukur suara. Sejak itu, desibel telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam industri musik, teknologi, dan kesehatan. ### Penggunaan Desibel dalam Kehidupan Sehari-Hari Desibel digunakan dalam berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, suara yang dihasilkan oleh mesin jet dapat mencapai 140 desibel, sedangkan suara normal percakapan antara dua orang biasanya berkisar antara 60-70 desibel. Bahkan, beberapa jenis musik seperti metal atau punk dapat mencapai tingkat desibel yang lebih tinggi, yaitu sekitar 115-120 desibel. ### Relevansi Desibel dalam Budaya Indonesia Modern Desibel juga memiliki relevansi dalam budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan kesadaran akan pentingnya mengurangi suara yang terlalu keras, terutama dalam konteks musik dan hiburan. Hal ini dipicu oleh adanya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan telinga dan keseimbangan pendengaran. Beberapa tempat hiburan, seperti bioskop dan panggung konser, telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi suara yang terlalu keras, sehingga pengunjung dapat menikmati hiburan dengan lebih nyaman. Dalam kesimpulan, desibel adalah istilah yang penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks musik, suara, dan pendengaran. Dengan memahami makna dan penggunaan desibel, kita dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan telinga dan keseimbangan pendengaran.