Arti Kata "deutranomalopia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "deutranomalopia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

deutranomalopia

deu·tra·no·ma·lo·pia /déutranomalopia/ n Dok kurang mampu melihat warna hijau

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "deutranomalopia"

📝 Contoh Penggunaan kata "deutranomalopia" dalam Kalimat

1.Para ahli optometri menemukan kasus baru tentang deutranomalopia di klinik mereka.
2.Pasien deutranomalopia ini kesulitan membedakan warna hijau dan biru dalam kehidupan sehari-hari.
3.Ilmu pengetahuan tentang deutranomalopia masih terus berkembang, namun belum banyak yang diketahui tentang penyebabnya.
4.Seorang anak dengan deutranomalopia sulit belajar di sekolah karena kesulitan melihat warna hijau pada papan tulis.
5.Dokter spesialis mata menapis pasien deutranomalopia sebelum melakukan operasi untuk memperbaiki penglihatannya.

📚 Artikel terkait kata "deutranomalopia"

Mengenal Kata 'deutranomalopia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Deutranomalopia" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "deutranomalopia" mungkin tidaklah familiar bagi sebagian besar orang, tetapi memiliki makna yang sangat penting dalam dunia kedokteran. Dokter kurang mampu melihat warna hijau, atau lebih dikenal sebagai deutranomalopia, adalah kondisi yang tidak biasa tetapi masih perlu dipahami. Kata ini pertama kali digunakan pada abad ke-19 untuk menggambarkan kesulitan seseorang dalam melihat warna hijau. Dalam konteks historis, deutranomalopia pertama kali digambarkan oleh seorang ahli bedah Jerman bernama Johann Heinrich August Heidelberg pada tahun 1865. Ia menggunakan istilah ini untuk menggambarkan kasus seorang pasien yang tidak bisa melihat warna hijau. Kondisi ini kemudian menjadi topik perdebatan di kalangan para ilmuwan dan dokter pada masa itu. Mereka berusaha untuk memahami penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya. Dalam kehidupan sehari-hari, deutranomalopia masih relevan. Misalnya, jika Anda memiliki teman yang memiliki deutranomalopia, Anda mungkin perlu membantu mereka membedakan antara warna hijau dan biru. Atau, jika Anda bekerja sebagai desainer interior, Anda perlu memahami bagaimana warna hijau dapat dipilih untuk ruang tamu agar terlihat lebih menarik. Dengan demikian, kita dapat memahami bagaimana deutranomalopia dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan bagaimana cara mengatasi masalah ini. Dalam budaya Indonesia modern, deutranomalopia masih merupakan topik perdebatan. Banyak orang yang masih tidak memahami apa itu deutranomalopia dan bagaimana cara mengobatinya. Namun, dengan penelitian dan pengembangan teknologi, kita dapat lebih memahami kondisi ini dan bagaimana cara mengatasi masalahnya. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas hidup bagi mereka yang mungkin memiliki deutranomalopia.