Arti Kata "enjambemen" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "enjambemen" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

enjambemen

en·jam·be·men /énjambemén/ n Sas peristiwa sambung-menyambungnya isi dua larik sajak yg berurutan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "enjambemen"

📝 Contoh Penggunaan kata "enjambemen" dalam Kalimat

1.Sajak tersebut diakhiri dengan enjambemen yang menarik, membuat pembaca terus berpikir.
2.Puisi modern sering menggunakan enjambemen untuk menggambarkan kejadian yang berantai.
3.Guru meminta siswa untuk menganalisis enjambemen dalam puisi yang dibaca.
4.Penggunaan enjambemen dalam sastra dapat membuat pembaca merasa lebih dekat dengan karakter.
5.Kritikus sastra menilai bahwa enjambemen dalam puisi itu tidak efektif dalam menggambarkan tema.

📚 Artikel terkait kata "enjambemen"

Mengenal Kata 'enjambemen' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Enjambemen" - Inspirasi Sastra Indonesia

Enjambemen adalah salah satu konsep yang paling khas dalam sastra Indonesia. Dalam arti resmi, enjambemen adalah sas peristiwa sambung-menyambungnya isi dua larik sajak yang berurutan. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh sastrawan Indonesia, seperti Chairil Anwar dan Sapardi Djoadikoesoemo, yang menggunakan enjambemen dalam karya-karyanya untuk menciptakan kesan yang lebih dinamis dan emosional. Enjambemen memiliki sejarah yang panjang dalam sastra Indonesia. Dalam zaman kolonial, sastrawan Indonesia menciptakan karya-karya sastra yang menggunakan enjambemen untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap keadaan politik dan sosial pada saat itu. Enjambemen menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan-pesan yang lebih dalam dan kompleks. Sampai saat ini, enjambemen masih digunakan oleh sastrawan Indonesia untuk menciptakan karya-karya sastra yang lebih kaya dan emosional. Berikut beberapa contoh penggunaan enjambemen dalam kalimat yang alami: - Sajak Enjambemen oleh Chairil Anwar: "Dua mata memandang ke langit / Berwarna biru yang cerah" (enjambemen terjadi pada kata "langit" dan "Berwarna") - Sajak Sastra Indonesia: "Heningnya malam / Menyambung ke pagi" (enjambemen terjadi pada kata "malam" dan "Menyambung") - Sajak Modern: "Kota yang besar / Menyambung ke kehidupan" (enjambemen terjadi pada kata "besar" dan "Menyambung") Enjambemen tidak hanya digunakan dalam sastra, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia, enjambemen digunakan dalam berbagai bentuk, seperti dalam puisi, lagu, dan bahkan dalam percakapan sehari-hari. Enjambemen menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan emosi dan ide yang lebih dalam dan kompleks. Dengan demikian, enjambemen tetap menjadi salah satu konsep yang paling penting dalam sastra dan kebudayaan Indonesia.