Arti Kata "gapuk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gapuk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gapuk

ga·puk Mk n tambun; gemuk: dua pesumo -- saling banting

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gapuk"

📝 Contoh Penggunaan kata "gapuk" dalam Kalimat

1.Pemuda itu terlihat sangat gapuk dan gemuk setelah berbulan-bulan tidak berolahraga.
2.Dia selalu mengeluhkan kegemukan dan kegapukan tubuhnya kepada dokter yang melakukan pemeriksaan.
3.Di novel karya penulis terkenal, tokoh utama menghadapi konsekuensi kegapukan dan kelemahannya dalam pertempuran.
4.Siswa yang kurang rajin berolahraga sering mengalami kegemukan dan kegapukan, sehingga perlu perhatian dari guru.
5.Pada pertandingan sepak bola, pemain yang terlihat gapuk dan lemah tidak mampu berpartisipasi dalam pertandingan.

📚 Artikel terkait kata "gapuk"

Mengenal Kata 'gapuk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gapuk" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "gapuk" memiliki makna yang unik dan menarik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan aksi fisik yang melibatkan dua orang yang saling banting dan saling menekan. Dalam konteks ini, kata "gapuk" digunakan untuk menggambarkan kekuatan dan kemampuan fisik seseorang. Ternyata, kata "gapuk" juga memiliki makna yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari. Contoh penggunaan kata "gapuk" dalam kalimat yang alami adalah: "Mereka berdua berusaha menekan lawan mereka dalam pertandingan sepak bola, sehingga lawan mereka terlihat gapuk dan tidak mampu maju." Dalam kalimat ini, kata "gapuk" digunakan untuk menggambarkan keadaan fisik lawan yang lemah dan tidak mampu maju. Selain itu, kata "gapuk" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih simbolis. Misalnya, "Dia merasa gapuk karena kekalahan yang dialaminya dalam pekerjaan, sehingga dia memutuskan untuk mengubah strateginya." Dalam kalimat ini, kata "gapuk" digunakan untuk menggambarkan keadaan mental dan emosi seseorang yang merasa lemah dan tidak mampu menangani situasi. Dalam budaya Indonesia modern, kata "gapuk" masih memiliki relevansi yang signifikan. Dalam konteks ini, kata "gapuk" digunakan untuk menggambarkan kekuatan dan kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan dan kesulitan. Oleh karena itu, kata "gapuk" dapat dijadikan inspirasi dan motivasi bagi seseorang untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatan mereka.