Arti Kata "gibah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gibah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gibah

gi·bah Ar v membicarakan keburukan (keaiban) orang lain: -- dilarang dl agama Islam

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gibah"

📝 Contoh Penggunaan kata "gibah" dalam Kalimat

1.Wahai, jangan kamu membicarakan keburukan orang lain dengan tujuan menggibah mereka di depan umum.
2.Dalam agama Islam, membicarakan kekurangan orang lain disebut sebagai gibah, yang merupakan dosa besar.
3.Pemimpin masyarakat harus berhati-hati agar tidak membicarakan keburukan warga dengan cara menggibah mereka di media sosial.
4.Sebagai muslim, kita harus menjauhi perilaku menggibah dan lebih fokus untuk memperbaiki diri sendiri.
5.Dalam konteks sosial, menggibah seringkali dilakukan oleh seseorang yang ingin menunjukkan dirinya lebih baik dari orang lain.

📚 Artikel terkait kata "gibah"

Mengenal Kata 'gibah' - Inspirasi dan Motivasi

Gibah: Makna, Contoh, dan Relevansi dalam Agama Islam

Gibah, dalam konteks agama Islam, merujuk pada kebiasaan membicarakan keburukan (keaiban) orang lain. Dalam arti yang lebih luas, gibah juga dapat berarti mengungkapkan rahasia atau kebenaran yang tidak pantas disampaikan kepada orang lain. Gibah telah menjadi topik perbincangan yang hangat dalam berbagai konteks, termasuk dalam agama, budaya, dan kehidupan sehari-hari. Dalam sejarah Islam, gibah telah dianggap sebagai salah satu dosa besar yang dapat menyebabkan kemurkaan Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT melarang umatnya melakukan gibah dan mengingatkan bahwa gibah dapat menyebabkan kemusnahan dalam masyarakat. Dalam konteks ini, gibah tidak hanya berarti membicarakan keburukan orang lain, tetapi juga termasuk mengungkapkan rahasia yang tidak pantas disampaikan kepada orang lain. **Contoh Penggunaan Gibah dalam Kalimat** Gibah seringkali digunakan dalam kalimat yang alami, seperti: "Dia tidak boleh menggibah temannya karena itu adalah dosa besar." Atau, "Dia terlalu suka menggibah orang lain, padahal itu bukanlah hal yang pantas." Contoh lainnya adalah: "Dia tidak boleh menggibah rahasia perusahaan, karena itu dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan tersebut." **Relevansi Gibah dalam Kehidupan Sehari-Hari** Gibah masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks sosial media. Dalam era digital ini, kita seringkali terjerat dalam kebiasaan menggibah orang lain melalui media sosial. Namun, perlu diingat bahwa menggibah dapat menyebabkan kemusnahan dalam masyarakat dan merusak reputasi orang lain. Oleh karena itu, kita harus lebih berhati-hati dalam menggibah orang lain dan memikirkan dampak yang dapat timbul dari tindakan tersebut.