Arti Kata "habis pati ampas dibuang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "habis pati ampas dibuang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

habis pati ampas dibuang

Peribahasa sesudah tidak berguna lagi lalu dibuang (tidak dipedulikan lagi)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "habis pati ampas dibuang"

📝 Contoh Penggunaan kata "habis pati ampas dibuang" dalam Kalimat

1.Setelah tidak berguna lagi, habis pati ampas dibuang.
2.Pada akhir karirnya, dia seperti habis pati ampas dibuang.
3.Setelah tidak berguna lagi, habis pati ampas dibuang sebagai pekerja di perusahaan itu.
4.Sikapnya seperti habis pati ampas dibuang, tidak peduli lagi dengan pendapat orang lain.
5.Ketika tidak berguna lagi, dia seperti habis pati ampas dibuang dan tidak dipedulikan oleh masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "habis pati ampas dibuang"

Mengenal Kata 'habis pati ampas dibuang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "habis pati ampas dibuang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "habis pati ampas dibuang" merupakan peribahasa dalam Bahasa Indonesia yang memiliki makna yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Makna umum dari peribahasa ini adalah mengenai sesuatu yang telah tidak berguna lagi lalu dibuang atau tidak dipedulikan lagi. Dalam konteks historis, kata ini mungkin terkait dengan praktik mengolah padi dan membuang ampas yang tidak berguna lagi. Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "habis pati ampas dibuang" sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang atau sesuatu telah kehilangan nilai atau kegunaannya. Contohnya, "Setelah tidak sukses lagi, dia dianggap **habis pati ampas dibuang** oleh teman-temannya." Atau, "Ketika teknologi lama tidak lagi relevan, maka **habis pati ampas dibuang** dalam pengembangan teknologi baru." Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa "habis pati ampas dibuang" memiliki relevansi yang signifikan. Banyak orang yang menggunakan peribahasa ini untuk menggambarkan situasi di mana seseorang telah gagal mencapai tujuan atau kehilangan popularitas. Namun, perlu diingat bahwa peribahasa ini juga dapat diartikan sebagai pelajaran bahwa setiap orang memiliki batas kegunaannya dan bahwa waktu berlalu tidak akan dapat diulang. Dengan demikian, **habis pati ampas dibuang** bukanlah kata yang hanya digunakan untuk menggambarkan kehilangan nilai, tetapi juga sebagai inspirasi untuk terus maju dan tidak mengecilkan hati meskipun kita sudah tidak lagi berguna di mata orang lain.