Arti Kata "tasaruf" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tasaruf" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tasaruf

ta·sa·ruf n pengembalian; penyerahan;
me·na·sa·ruf·kan v mengembalikan; menyerahkan: sebaiknya Tuan mau ~ sebagian harta Tuan kpd ahli waris korban tragedi Mina

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tasaruf"

📝 Contoh Penggunaan kata "tasaruf" dalam Kalimat

1.Pengadilan meminta hakim untuk menyerahkan surat keputusan kepada pesangka pada hari itu juga.
2.Dalam proses pernikahan, pasangan suami istri harus menyerahkan kartu nikah sebagai tanda sahnya pernikahan.
3.Pembelian mobil tidak dapat diselesaikan karena penjual belum menyerahkan dokumen kepemilikan mobil.
4.Pada masa perang, tentara harus menyerahkan senjata kepada pasukan pemenang setelah menyerah.
5.Dalam konteks agama, umat harus menyerahkan diri kepada Tuhan dan mematuhi perintah-Nya.

📚 Artikel terkait kata "tasaruf"

Mengenal Kata 'tasaruf' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "tasaruf" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Konteks Historis

Kata "tasaruf" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini berarti "pengembalian" atau "penyerahan". Dalam konteks historis, kata tasaruf sering digunakan dalam konteks hukum dan keagamaan, terutama dalam tradisi Islam. Dalam prakteknya, kata tasaruf digunakan untuk menggambarkan proses pengembalian atau penyerahan harta, kekuasaan, atau hak-hak kepada pihak yang berhak.

Penggunaan dalam Kalimat yang Alami

Kata tasaruf sering digunakan dalam kalimat yang alami dalam berbagai konteks. Misalnya, kita dapat mendengar kalimat seperti "Maka sebaiknya Tuan mau tasaruf sebagian harta Tuan kepada ahli waris korban tragedi Mina' dengan ketentuan yang jelas." Atau, "Dia akan menjalankan proses tasaruf harta warisnya kepada cucunya sebagai penghormatan kepada leluhur." Dalam kasus lain, kata tasaruf juga dapat digunakan dalam kalimat seperti "Dia akan melakukan tasaruf kekuasaannya kepada anaknya sebagai pemimpin baru."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata tasaruf memiliki relevansi yang sangat besar. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, kata tasaruf sering digunakan dalam konteks adat istiadat dan hukum adat. Misalnya, dalam proses pewarisan harta, kata tasaruf digunakan untuk menggambarkan proses pengembalian harta kepada pewaris. Dalam konteks lain, kata tasaruf juga dapat digunakan dalam konteks bisnis, seperti dalam proses penyerahan hak-hak atau kekuasaan kepada pihak lain.