Arti Kata "hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing

Peribahasa perihal orang berlaki istri yang berkasih-kasihan; perihal orang bersahabat yang setia dan saling menolong

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing"

📝 Contoh Penggunaan kata "hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing" dalam Kalimat

1.Dalam kehidupan suami-istri, mereka hidup sandar-menyandar umpama air dengan tebing, saling mendukung dan melindungi satu sama lain.
2.Dalam persahabatan, mereka hidup sandar-menyandar umpama air dengan tebing, setia dan selalu siap menolong satu sama lain.
3.Kondisi ekonomi negara sedang sulit, tapi dengan kerjasama seluruh masyarakat, mereka hidup sandar-menyandar umpama air dengan tebing.
4.Dalam kebersamaan, mahasiswa dan dosen hidup sandar-menyandar umpama air dengan tebing, saling belajar dan saling membantu.
5.Mereka hidup sandar-menyandar umpama air dengan tebing, dengan kekerabatan yang erat dan saling menghargai satu sama lain.

📚 Artikel terkait kata "hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing"

Mengenal Kata 'hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hidup Sandar-Menyandar Umpama Aur dengan Tebing" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing" adalah peribahasa yang memiliki makna sangat dalam dalam Bahasa Indonesia. Peribahasa ini menggambarkan hubungan kasih sayang antara pasangan suami-istri yang sangat kuat dan setia, serta hubungan persahabatan yang saling menolong dan setia. Peribahasa ini juga memiliki konteks historis yang kaya, karena merupakan bagian dari tradisi dan kebudayaan lokal yang telah digunakan selama berabad-abad. Peribahasa "hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing" sering digunakan untuk menggambarkan hubungan yang sangat kuat dan setia antara pasangan suami-istri. Contoh penggunaan kata ini dalam kalimat yang alami adalah: "Mereka hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing, tak pernah bercerai dan selalu saling menolong." Peribahasa ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan persahabatan yang sangat kuat, seperti: "Kita telah menjadi sahabat yang hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing, selalu saling menolong dan setia." Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "hidup sandar-menyandar umpama aur dengan tebing" memiliki relevansi yang sangat besar. Dalam masyarakat modern, peribahasa ini dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk memperkuat hubungan antara pasangan suami-istri dan persahabatan. Dengan memahami makna peribahasa ini, kita dapat meningkatkan kualitas hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita dan menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan bahagia.