Arti Kata "hipotonik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hipotonik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hipotonik

hi·po·to·nik a Kim mempunyai tekanan osmosis lebih rendah dp larutan lain yg menjadi pembandingnya krn konsentrasi ion yg dikandungnya lebih rendah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hipotonik"

📝 Contoh Penggunaan kata "hipotonik" dalam Kalimat

1.Air laut memiliki tekanan osmosis yang lebih rendah daripada air tawar.
2.Pada kondisi hipotonik, air akan mengalir dari larutan encer ke larutan pekat.
3.Dalam ilmu biologi, hipotonik dapat digunakan untuk menjelaskan proses transportasi air dalam sel tumbuhan.
4.Pada tekanan osmosis hipotonik, cairan akan mengalir dari tempat yang konsentrasi ion lebih rendah ke tempat yang konsentrasi ion lebih tinggi.
5.hipotonik juga dapat digunakan dalam konteks medis untuk menjelaskan proses terjadinya edema pada penderita penyakit tertentu.

📚 Artikel terkait kata "hipotonik"

Mengenal Kata 'hipotonik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hipotonik": Prinsip Osmosis yang Rendah

Kata hipotonik sering digunakan dalam konteks biologi dan kimia, namun bagaimana makna dan konsep ini berkembang dalam masyarakat? Secara etimologis, kata hipotonik berasal dari bahasa Yunani, yaitu "hipo" yang berarti "rendah" dan "tonik" yang berarti "tekanan". Dalam konteks biologi, hipotonik merujuk pada larutan yang memiliki tekanan osmosis lebih rendah daripada larutan lainnya, karena konsentrasi ion yang terkandung di dalamnya lebih rendah. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat contoh-contoh penggunaan kata hipotonik dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Air laut memiliki sifat hipotonik karena konsentrasi garamnya lebih rendah daripada air tawar." Atau, "Larutan gula memiliki tekanan osmosis lebih tinggi daripada larutan air, sehingga air akan mengalir dari larutan air ke larutan gula, membuat larutan air menjadi hipotonik." Contoh lainnya adalah, "Tanaman akan menyerap lebih banyak air dari tanah yang hipotonik jika dibandingkan dengan tanah yang memiliki konsentrasi garam yang lebih tinggi." Dalam kehidupan sehari-hari, konsep hipotonik dapat diterapkan dalam berbagai aspek, seperti dalam penelitian biologi, kimia, dan juga dalam pengembangan teknologi. Misalnya, dalam pengembangan teknologi untuk mengolah limbah, kita dapat menggunakan prinsip osmosis untuk mengekstrak zat-zat yang diinginkan dari limbah, sehingga dapat meningkatkan efisiensi proses pengolahan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dalam konteks ini, hipotonik menjadi salah satu konsep yang penting untuk dipahami dan diterapkan dalam berbagai bidang.