Arti Kata "katatonia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "katatonia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

katatonia

ka·ta·to·nia n Psi kelainan psikis yg disebabkan oleh ketegangan otot yg tidak wajar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "katatonia"

📝 Contoh Penggunaan kata "katatonia" dalam Kalimat

1.Pengobatan pasien dengan katatonia memerlukan perawatan intensif dan profesional.
2.Dalam beberapa kasus, katatonia dapat menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.
3.Seorang psikolog meneliti hubungan antara stres dan kemunculan katatonia pada individu.
4.Kondisi katatonia dapat terjadi pada orang yang mengalami trauma psikologis berat.
5.Pengembangan obat untuk katatonia masih menjadi fokus penelitian dalam bidang psikofarmakologi.

📚 Artikel terkait kata "katatonia"

Mengenal Kata 'katatonia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Katatonia" - Inspirasi dan Motivasi

Katatonia adalah kata yang mungkin tidak familiar bagi banyak orang, tapi sebenarnya sudah ada sejak beberapa dekade lalu. Kata ini memiliki makna yang khusus, yaitu kelainan psikis yang disebabkan oleh ketegangan otot yang tidak wajar. Istilah ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1874 oleh Dr. Benedict Morel, seorang dokter asal Prancis. Pada saat itu, katatonia masih merupakan istilah yang tidak terlalu populer, tapi sekarang telah menjadi bagian dari bahasa medis yang lebih luas. Katatonia seringkali diasosiasikan dengan kondisi emosional yang sulit, seperti depresi, kecemasan, atau stres. Dalam konteks psikologi, katatonia dapat menyebabkan individu menjadi tidak responsif, tidak bergerak, atau tidak dapat mengekspresikan emosi dengan normal. Dalam kehidupan sehari-hari, katatonia dapat menyebabkan seseorang menjadi tidak produktif, tidak dapat berinteraksi dengan orang lain, atau bahkan tidak dapat melaksanakan tugas-tugas sehari-hari. Dalam beberapa kasus, katatonia dapat diatasi dengan bantuan medis, seperti terapi, obat-obatan, atau bahkan perawatan di rumah sakit. Namun, dalam beberapa kasus lain, katatonia dapat menjadi kondisi yang lebih serius dan memerlukan perawatan yang lebih intensif. Untuk itu, penting bagi kita untuk lebih memahami kondisi ini dan tidak mengeliruinya dengan kondisi lain yang lebih ringan. Dengan demikian, kita dapat memberikan bantuan yang tepat dan memulihkan individu yang menderita katatonia.