Arti Kata "kecalingan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kecalingan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kecalingan

ke·ca·li·ngan n tumbuhan semak yg menjalar, buahnya berwarna merah, berbentuk bulat lonjong dan besar, berair, serta daunnya bergerigi dan lonjong; Rubus transanifolus

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kecalingan"

📝 Contoh Penggunaan kata "kecalingan" dalam Kalimat

1.Tanaman kecalingan dapat dijumpai di hutan hujan tropis.
2.Di kebun, kecalingan sering dijadikan sebagai pagar alami.
3.Ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut, kecalingan tumbuh dengan subur.
4.Di daerah tropis, kecalingan merupakan salah satu sumber buah favorit anak-anak.
5.Pengembang biakan kecalingan merupakan salah satu contoh penelitian ilmiah yang menarik.

📚 Artikel terkait kata "kecalingan"

Mengenal Kata 'kecalingan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kecalingan" - Inspirasi dan Motivasi

Jelajah Makna Umum dan Konteks Sejarah

Kata "kecalingan" seringkali membuat kita teringat dengan tumbuhan semak menjalar yang memiliki buah merah besar dan berair, serta daun yang bergerigi dan lonjong. Dalam konteks sejarah, tumbuhan ini telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai sumber obat-obatan tradisional. Selain itu, kecalingan juga memiliki makna umum yang luas, seperti kesemrawutan atau kekacauan, yang seringkali digunakan dalam konteks sosial dan budaya.

Contoh Penggunaan Kata "Kecalingan" dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali mendengar kata "kecalingan" digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Hutan tersebut dipenuhi dengan kecalingan yang menjalar dan sulit untuk ditemukan." Dalam kalimat ini, kata "kecalingan" digunakan untuk menggambarkan kondisi hutan yang dipenuhi dengan tumbuhan semak menjalar. Contoh lainnya adalah, "Kota ini sangat ramai dan mengalami kecalingan karena banyaknya wisatawan." Dalam kalimat ini, kata "kecalingan" digunakan untuk menggambarkan kondisi kota yang ramai dan kacau.

Relevansi Kata "Kecalingan" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "kecalingan" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam konteks sosial, kata "kecalingan" digunakan untuk menggambarkan kondisi yang kacau atau semrawut. Contohnya, "Kantor tersebut sedang mengalami kecalingan karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan." Dalam konteks budaya, kata "kecalingan" digunakan dalam lagu-lagu tradisional dan cerita rakyat untuk menggambarkan kondisi yang kacau atau semrawut. Oleh karena itu, kata "kecalingan" memiliki makna yang luas dan relevan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.