Arti Kata "kelemantang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kelemantang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kelemantang

ke·le·man·tang ? kalimantang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kelemantang"

📝 Contoh Penggunaan kata "kelemantang" dalam Kalimat

1.Dalam bahasa Sunda, kelemantang diartikan sebagai pagi hari yang cerah dan indah. Perayaan Hari Raya Idul Fitri dimulai pada kelemantang dengan melakukan shalat Idul Fitri.

📚 Artikel terkait kata "kelemantang"

Mengenal Kata 'kelemantang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kelemantang" - Inspirasi dan Motivasi

Makna dan Konteks Sejarah

Kata "kelemantang" memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu "ke-lemantang" atau "kalimantang", yang sebenarnya merupakan kata baku untuk menyebut nama pulau Kalimantan di Indonesia. Namun, dalam konteks sejarah dan sosial, kata ini juga digunakan untuk menyebut waktu di pagi hari, yaitu saat matahari masih terbit dan belum mencapai puncak kejadian (lemantang). Dalam budaya Jawa, contohnya, "kelemantang" digunakan untuk menyebut waktu sekitar pukul 04:00-06:00 pagi.

Penggunaan Kata Kelemantang dalam Kalimat

Kata "kelemantang" sering digunakan dalam kalimat sehari-hari untuk menggambarkan waktu atau keadaan. Contohnya, "Saya bangun kelemantang untuk berolahraga", atau "Saya masih kelemantang saat makan pagi". Dalam konteks budaya, kata ini juga digunakan untuk menyebut waktu musim hujan di Kalimantan, yaitu saat air hujan mulai turun (lemantang) dan membawa kelembaban yang tinggi ke daerah tersebut.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "kelemantang" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya dan tradisi. Dalam budaya Jawa, misalnya, kelemantang dianggap sebagai waktu yang sangat penting untuk beribadah dan melakukan aktivitas spiritual. Selain itu, kata ini juga digunakan dalam konteks sosial untuk menggambarkan keadaan atau perasaan seseorang. Dalam budaya modern, kata "kelemantang" dapat digunakan dalam konteks lain, seperti menggambarkan waktu atau keadaan yang masih awal atau belum sepenuhnya berkembang.