Arti Kata "kesrakat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kesrakat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kesrakat

kes·ra·kat Jw a melarat dan sengsara: potensi desanya minus dan kehidupan ekonomi rakyatnya sangat --

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kesrakat"

📝 Contoh Penggunaan kata "kesrakat" dalam Kalimat

1.Kota ini mengalami kesulitan ekonomi yang sangat parah, membuat rakyatnya kesakitan.
2.Dalam laporan tahunan, pemerintah mencatat bahwa perekonomian daerah ini mengalami penurunan yang signifikan, menyebabkan kesakitan pada masyarakat.
3.Kondisi lingkungan yang buruk telah membuat penduduk kota ini mengalami kesakitan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
4.Pernyataan warga desa tentang kehidupan ekonomi yang tidak stabil adalah bukti bahwa mereka mengalami kesakitan akibat ketergantungan pada pertanian.
5.Kondisi sosial yang tidak adil membuat banyak orang mengalami kesakitan dan kesengsaraan, sehingga mendorong pergerakan sosial untuk mengubah sistem yang tidak adil.

📚 Artikel terkait kata "kesrakat"

Mengenal Kata 'kesrakat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kesrakat" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kesrakat" memang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, tapi maknanya begitu penting untuk memahami kondisi sosial dan ekonomi di Indonesia. Secara umum, kata "kesrakat" memiliki makna sebagai kondisi desa yang melarat dan sengsara, dengan potensi desanya yang minus dan kehidupan ekonomi rakyatnya sangat buruk. Dalam konteks historis, kata "kesrakat" sering digunakan untuk menggambarkan kondisi desa-desa di Indonesia pada masa lalu, terutama pada masa kolonial Belanda. Desa-desa tersebut sering dilanda kemiskinan, sengsara, dan kesulitan ekonomi. Namun, seiring perkembangan waktu, kata "kesrakat" masih relevan digunakan untuk menggambarkan kondisi desa-desa yang masih mengalami kesulitan ekonomi dan sosial. Contoh penggunaan kata "kesrakat" dalam kalimat yang alami adalah: "Desa kami masih berada dalam kondisi kesrakat, dengan kemiskinan yang menghanguskan harapan anak-anak untuk masa depan yang lebih baik." Atau, "Pemerintah harus segera menangani masalah kesrakat di desa-desa kami, agar rakyatnya dapat hidup dengan lebih sejahtera." Kata "kesrakat" masih relevan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pembangunan desa. Banyak pemerintah daerah dan organisasi nirlaba yang berusaha untuk meningkatkan kondisi desa-desa yang masih berada dalam kondisi kesrakat. Mereka berusaha meningkatkan potensi desa, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan meningkatkan kualitas hidup rakyat.