Arti Kata "khadim" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "khadim" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

khadim

kha·dim n khadam

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "khadim"

📝 Contoh Penggunaan kata "khadim" dalam Kalimat

1.Karyawan di hotel memiliki peran sebagai khadam untuk tamu yang berkunjung.
2.Dalam budaya Arab, khadam sangat dihormati karena mereka menjalankan tanggung jawab sebagai penjaga istana.
3.Sebagai khadam di istana, dia harus memiliki kemampuan untuk menyajikan hidangan yang lezat.
4.Di universitas, seorang mahasiswa dapat bergabung dengan organisasi sebagai khadam untuk mengembangkan kemampuan diri.
5.Pada acara resepsi pernikahan, khadam bertugas untuk menyampaikan penghargaan kepada tamu yang hadir.

📚 Artikel terkait kata "khadim"

Mengenal Kata 'khadim' - Inspirasi dan Motivasi

Khadim: Pengertian dan Penggunaan dalam Bahasa Indonesia

Kata khadim berasal dari bahasa Arab yang berarti "hamba" atau "pegawai". Dalam konteks historis, khadim merujuk pada orang-orang yang melayani penguasa atau keluarga kerajaan. Mereka biasanya memiliki peran sebagai pembantu, penjaga, atau bahkan penasihat. Dalam arti resmi, khadim (khada·m) memiliki makna yang sama, yaitu "hamba" atau "pegawai". Kata ini sering digunakan dalam konteks formal, seperti dalam kalimat "Dia bekerja sebagai khadim di istana penguasa". Dalam konteks ini, khadim memiliki konotasi yang lebih formal dan hormat. Berikut beberapa contoh penggunaan kata khadim dalam kalimat yang alami: - "Dia bekerja sebagai khadim di istana penguasa sejak beberapa tahun lalu." - "Kebanyakan khadim di istana memiliki peran sebagai penjaga atau pembantu." - "Dia diangkat sebagai khadim oleh penguasa karena kemampuannya dalam bidang administrasi." Kata khadim juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam konteks ini, khadim dapat merujuk pada orang-orang yang melayani publik, seperti pengabdi, pegawai negeri, atau bahkan pekerja di bidang layanan. Dalam budaya Indonesia, khadim juga dapat memiliki konotasi yang lebih positif, yaitu sebagai orang yang melayani dengan penuh dedikasi dan kerja keras.