Arti Kata "kharab" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kharab" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kharab

kha·rab a rusak; binasa; musnah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kharab"

📝 Contoh Penggunaan kata "kharab" dalam Kalimat

1.Bencana alam telah menyebabkan infrastruktur kota hancur dan rusak kharab.
2.Rumah-rumah di daerah tersebut telah kharab akibat gempa bumi yang sangat kuat.
3.Laporan dari kejaksaan menyebutkan bahwa korupsi telah menyebabkan birokrasi kota kharab.
4.Ketika saya melihat keadaan kota setelah bencana, saya merasa hancur dan kharab.
5.Pengajar mengingatkan siswa untuk tidak membuang sampah sembarangan agar lingkungan tidak kharab.

📚 Artikel terkait kata "kharab"

Mengenal Kata 'kharab' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kharab" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kharab" seringkali digunakan dalam berbagai konteks, namun maknanya paling umum adalah "rusak", "binasa", atau "musnah". Dalam sejarah, kata ini memiliki asal-usul dari bahasa Arab, yang mengandung makna hukum dan keagamaan. Dalam konteks sosial, kata kharab sering digunakan untuk menggambarkan kondisi bencana alam atau kehancuran yang dialami oleh suatu komunitas. Penggunaan kata kharab dalam kehidupan sehari-hari cukup umum. Contohnya, ketika sebuah bangunan rusak akibat gempa bumi, kita dapat mengatakan bahwa bangunan itu telah kharab. Atau, ketika sebuah perusahaan mengalami kebangkrutan, kita dapat mengatakan bahwa perusahaan itu telah musnah. Contoh lainnya adalah ketika sebuah kebakaran besar menghancurkan sebuah kota, kita dapat mengatakan bahwa kota itu telah kharab. Dalam kehidupan sehari-hari, kata kharab memiliki relevansi yang cukup penting. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi yang tidak stabil atau tidak aman. Misalnya, ketika sebuah daerah mengalami banjir, kita dapat mengatakan bahwa daerah itu telah kharab. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam dan kehancuran yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.