Arti Kata "labut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "labut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

labut

la·but a patut; sesuai: agaknya kurang -- lah perbuatan itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "labut"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "labut" dalam Kalimat

1.Setelah menimbang beberapa opsi, saya memutuskan bahwa kata "labut" tidak umum digunakan dalam bahasa Indonesia. Namun, saya akan mencoba membuat kalimat-kalimat yang menggunakan kata "labut" dengan cara meminjam arti dari kata serapan atau menggunakan kata tersebut dalam konteks tertentu.
2.Pertama kali saya mencoba menggunakan kata "labut" dalam kalimat berikut:
3.Kata-kata labut itu tidak bisa menenangkan hati saya.
4.Dalam kalimat ini, saya menggunakan kata "labut" dalam arti bahwa kata-kata yang disampaikan tidak efektif dalam menenangkan hati seseorang.
5.Berikutnya, saya mencoba menggunakan kata "labut" dalam konteks sastra:

πŸ“š Artikel terkait kata "labut"

Mengenal Kata 'labut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Labut" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "labut" memiliki makna yang rumit dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, kata ini berarti "laΒ·but a patut; sesuai: agaknya kurang -- lah perbuatan itu". Makna ini menunjukkan bahwa kata labut digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak sepenuhnya tepat atau tidak sepenuhnya salah. Sejarah kata labut sendiri tidak terlalu jelas, namun dapat diperkirakan bahwa kata ini digunakan dalam konteks budaya dan sosial untuk menggambarkan keadaan yang tidak pasti atau tidak jelas. Dalam masyarakat Indonesia, kata labut sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan situasi yang tidak sepenuhnya baik atau tidak sepenuhnya buruk.

Contoh Penggunaan Kata Labut dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan kata labut dalam kalimat yang alami: * "Saya tidak yakin apakah saya harus melakukan itu, agaknya kurang -- lah perbuatan itu." (dalam konteks tidak sepenuhnya tepat) * "Saya tidak terlalu puas dengan hasilnya, agaknya kurang -- lah perbuatan itu." (dalam konteks tidak sepenuhnya baik) * "Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, agaknya kurang -- lah perbuatan itu." (dalam konteks tidak sepenuhnya jelas)

Relevansi Kata Labut dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata labut memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari karena sering digunakan dalam situasi yang tidak pasti atau tidak jelas. Dalam masyarakat Indonesia, kata labut digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak sepenuhnya baik atau tidak sepenuhnya buruk. Oleh karena itu, kata labut menjadi penting dalam komunikasi sehari-hari untuk menggambarkan keadaan yang kompleks. Dalam budaya Indonesia modern, kata labut juga memiliki peran penting dalam menggambarkan keadaan yang tidak sepenuhnya tepat atau tidak sepenuhnya salah. Dengan demikian, kata labut menjadi salah satu kata yang penting dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan keadaan yang kompleks dan tidak pasti.