Arti Kata "lawamah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lawamah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lawamah

la·wa·mah n jiwa yg menyalahkan diri; naluri yg mencintai kebenaran dan menyesalkan perbuatan salah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lawamah"

📝 Contoh Penggunaan kata "lawamah" dalam Kalimat

1.Seorang lawamah yang terlahir dari keluarga kaya tidak bisa menolak perbuatan salahnya.
2.Dia adalah seorang lawamah yang selalu menyesalkan setiap kesalahan yang pernah dilakukannya.
3.Dalam masyarakat yang masih miskin, seseorang yang memiliki naluri lawamah akan lebih mudah menemukan jalan keluar dari masalah.
4.Saya pernah bertemu seorang lawamah yang memiliki hati yang sangat murni dan selalu mengingatkan dirinya untuk memperbaiki diri.
5.Dalam proses belajar, kita harus mempelajari kebenaran dan tidak lupa memiliki naluri lawamah untuk menyesalkan kesalahan.

📚 Artikel terkait kata "lawamah"

Mengenal Kata 'lawamah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "lawamah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "lawamah" seringkali terdengar dalam konteks agama Islam, khususnya dalam kaitannya dengan perilaku manusia. Namun, apa sebenarnya makna kata "lawamah" itu sendiri? Menurut KBBI, lawamah adalah kata yang berasal dari bahasa Arab, yang berarti jiwa yang menyalahkan diri dan memiliki naluri untuk mencintai kebenaran serta menyesalkan perbuatan salah. Dalam konteks sejarah, kata ini seringkali digunakan untuk menggambarkan sifat-sifat yang diharapkan dimiliki oleh umat Islam, yaitu rasa takabur dan tidak sombong.

Contoh Penggunaan Kata "lawamah" dalam Kalimat

Kata "lawamah" dapat digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam kalimat berikut: - "Dia memiliki sifat lawamah yang membuatnya selalu menyesali kesalahan-kesalahannya." - "Dalam lawamahnya, dia menyadari bahwa perbuatannya salah dan meminta maaf kepada orang yang terkena." - "Dia memiliki lawamah yang kuat, sehingga dia selalu berusaha untuk memperbaiki diri."

Relevansi Kata "lawamah" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "lawamah" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam kehidupan modern, kita seringkali dihadapkan dengan situasi-situasi yang membuat kita salah atau melakukan kesalahan. Oleh karena itu, memiliki sifat lawamah yang kuat sangatlah penting. Dengan memiliki naluri lawamah, kita dapat lebih mudah menyesali kesalahan-kesalahan kita dan meminta maaf kepada orang yang terkena. Dengan demikian, kita dapat menjadi manusia yang lebih baik dan memiliki hubungan yang lebih harmonis dengan orang lain.