Arti Kata "licik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "licik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

licik

1li·cik a 1 banyak akal yg buruk; pandai menipu; culas; curang; 2 licin;
ke·li·cik·an n kepandaian memutarbalikkan perkataan; kecurangan; keculasan: ia terpaksa menggunakan ~ nya untuk menjebak lawannya

2li·cik a 1 mudah menyerah; gampang kalah; 2 penakut

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "licik"

📝 Contoh Penggunaan kata "licik" dalam Kalimat

1.Dalam bisnis, dia dikenal karena liciknya dalam merancang strategi pemasaran.
2.Pemimpin yang licik sering kali menggunakan cara curang untuk mencapai tujuan politiknya.
3.Dia terpaksa menggunakan licikan untuk menjebak lawannya dalam pertandingan olahraga.
4.Saya tidak ingin menjadi licik seperti dia, selalu mencari kelemahan lawan.
5.Dalam novel tersebut, karakter utamanya digambarkan sebagai orang licik yang tidak pernah kehilangan kesempatan untuk menipu orang lain.

📚 Artikel terkait kata "licik"

Mengenal Kata 'licik' - Inspirasi dan Motivasi

Kata Licik: Makna, Contoh, dan Relevansi

Kata **licik** dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang kompleks dan multifaset. Secara umum, **licik** merujuk pada sifat atau perilaku yang pandai menipu, curang, atau kecurangan. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan perilaku individu yang tidak jujur atau bertujuan untuk memanipulasi orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kata **licik** sering digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak etis atau tidak adil. Contoh penggunaan kata **licik** dalam kalimat yang alami adalah: "Dia menggunakan **licik**-nya untuk memenangkan pertandingan, tetapi akhirnya dia terbukti melakukan kecurangan." atau "Dia memiliki **kepandaian licik** untuk menjual produk palsu kepada konsumen." Dalam budaya Indonesia modern, kata **licik** masih relevan dan sering digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, dalam politik, kata ini digunakan untuk menggambarkan praktik-praktik yang tidak etis atau tidak transparan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini digunakan untuk menggambarkan perilaku yang tidak jujur atau tidak adil. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks penggunaan kata **licik** agar kita dapat menggunakannya dengan tepat dan tidak salah kaprah. Dalam beberapa kasus, kata **licik** juga digunakan untuk menggambarkan sifat atau perilaku yang mudah menyerah atau penakut. Contoh penggunaan kata **licik** dalam kalimat yang alami adalah: "Dia terlalu **licik** untuk menghadapi tantangan dan akhirnya menyerah." Oleh karena itu, penting untuk memahami konteks penggunaan kata **licik** agar kita dapat menggunakannya dengan tepat. Dalam keseluruhan, kata **licik** adalah istilah yang kompleks dan multifaset yang memiliki makna yang berbeda-beda tergantung pada konteks penggunaannya. Penting untuk memahami makna dan konteks penggunaan kata **licik** agar kita dapat menggunakannya dengan tepat dan tidak salah kaprah.