Arti Kata "liur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "liur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

liur

li·ur n ludah cair yg meleleh (pd waktu tidur dsb); air liur;
menjilat air -- , pb berbalik memuji sesuatu yg sebelumnya telah dicela; menarik kembali ucapan (janji dsb) yg pernah dikatakan;
ber·li·ur v keluar air liur;
me·li·uri v berliur

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "liur"

📝 Contoh Penggunaan kata "liur" dalam Kalimat

1.Saat tidur malam, dia terbangun dengan air liur di sudut mulutnya.
2.Ibu mencoba membicarakan hal itu lagi, namun dia memutuskan untuk berliur dan tidak membicarakan lagi.
3.Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang mungkin me-liuri air liur saat melihat makanan favoritnya.
4.Dalam proses belajar, siswa harus berusaha untuk tidak me-liuri air liur saat menulis tes.
5.Dalam puisi, seorang penulis menggunakan metafora untuk menggambarkan keadaan berliur seseorang yang telah melupakan masa lalunya.

📚 Artikel terkait kata "liur"

Mengenal Kata 'liur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Liur" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "liur" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Pada dasarnya, kata ini merujuk pada ludah cair yang meleleh dari mulut, terutama pada saat tidur atau beraktivitas lainnya. Namun, dalam konteks sosial dan budaya, kata "liur" juga memiliki makna yang lebih dalam.

Asal Usul Kata "Liur"

Dalam sejarah bahasa Indonesia, kata "liur" berasal dari kata dasar "leleh" yang berarti "meleleh". Kata ini kemudian berkembang menjadi "liur" yang memiliki arti "ludah cair". Namun, dalam konteks ini, kata "liur" juga memiliki makna yang lebih luas sebagai "air liur" atau "menjilat air liur".

Penggunaan Kata "Liur" dalam Konteks Sehari-Hari

Kata "liur" sering digunakan dalam konteks sehari-hari untuk menggambarkan keadaan seseorang yang telah menjilat air liur. Contoh-contoh penggunaan kata "liur" dalam kalimat yang alami adalah: - Setelah melihat gambar makanan enak, aku langsung terliur. - Ia terliur saat mendengar kabar baik dari temannya. - Setelah melihat film romantis, mereka berdua terliur dan langsung jatuh cinta.

Relevansi Kata "Liur" dalam Budaya Indonesia Modern

Kata "liur" juga memiliki relevansi dalam budaya Indonesia modern, terutama dalam konteks humor dan kesenangan. Dalam budaya Indonesia, kata "liur" sering digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang telah terliur atau terkejut. Namun, dalam konteks ini, kata "liur" juga memiliki makna yang lebih dalam sebagai "menjilat air liur" atau "berliur".