Arti Kata "loleng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "loleng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

loleng

lo·leng /loléng/ Cn n pelita yg berkurung kertas; tanglung; lampion

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "loleng"

📝 Contoh Penggunaan kata "loleng" dalam Kalimat

1.Di rumah kami, ada sebuah loleng yang dibuat oleh anaknya sendiri.
2.loleng-loleng kecil di taman itu sangat indah saat malam hari.
3.Sekitar jam 7 malam, ibu membuat loleng untuk menyambut kehadiran tamu.
4.Di kelas, guru meminta siswa untuk membuat projek loleng sebagai pelajaran mengenai kreativitas.
5.Pada hari Minggu, kami berkunjung ke desa dan melihat banyak loleng yang dibuat oleh penduduk setempat.

📚 Artikel terkait kata "loleng"

Mengenal Kata 'loleng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "loleng" - Sumber Cahaya Tradisional Indonesia

Kata "loleng" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan suatu objek yang memiliki fungsi sebagai sumber cahaya. Dalam konteks historis, loleng merupakan pelita yang berkerung kertas atau tanglung yang digunakan sebagai sumber cahaya di rumah-rumah atau tempat-tempat umum. Loleng memiliki peran yang penting dalam kehidupan sehari-hari di masa lalu, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh listrik. Mereka digunakan sebagai sumber cahaya utama, terutama di malam hari. Dalam budaya Indonesia, loleng sering digunakan sebagai simbol keharmonisan dan kesederhanaan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "loleng" dalam kalimat yang alami: - Ibu memasang loleng di ruang tamu untuk menambah cahaya di malam hari. - Di festival tradisional, pengunjung membawa loleng sebagai sumber cahaya untuk menambah kesan keaslian. - Rumah kami menggunakan loleng sebagai sumber cahaya utama karena belum terjangkau oleh listrik. Dalam kehidupan sehari-hari modern, loleng masih memiliki relevansi, terutama dalam konteks budaya dan tradisi. Banyak orang yang menggunakan loleng sebagai sumber cahaya yang ramah lingkungan dan unik. Dalam budaya Indonesia, loleng masih menjadi simbol keharmonisan dan kesederhanaan.