Arti Kata "majal" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "majal" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

majal

ma·jal a tumpul; tidak tajam: sukar menyayat daging dng pisau yg --;
me·ma·jal·kan v menumpulkan: obat-obatan terlarang itu dapat - otak pemakainya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "majal"

📝 Contoh Penggunaan kata "majal" dalam Kalimat

1.Dokter menyatakan bahwa pisau bedah ini cukup majal dan tidak bisa digunakan untuk operasi.
2.Penggunting rambut yang majal membuat kulit saya terluka.
3.Dalam bahasa Arab, kata "majal" memiliki arti "buka" atau "tidak tertutup", kata tersebut sering digunakan dalam puisi dan prosa klasik.
4.Siswa harus berhati-hati menggunakan pisau yang majal agar tidak menimbulkan cedera.
5.Penggunaan obat-obatan terlarang yang dapat memajalkan otak pemakainya telah meningkat akhir-akhir ini.

📚 Artikel terkait kata "majal"

Mengenal Kata 'majal' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "majal" - Mengetahui Maknanya dalam Berbagai Konteks

Kata "majal" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang sangat luas dan kompleks. Pada dasarnya, kata ini mengacu pada sesuatu yang tidak tajam atau tidak dapat menembus ke dalam sesuatu dengan mudah. Misalnya, jika kita memiliki pisau yang tidak tajam, maka pisau tersebut dapat digolongkan sebagai majal. Dalam sejarah, kata "majal" sering digunakan untuk menggambarkan kualitas bahan baku yang tidak mumpulan. Misalnya, jika kita memiliki pisau yang terbuat dari bahan yang tidak mumpulan, maka pisau tersebut akan sulit digunakan untuk memotong atau menyayat benda lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "majal" juga dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki kemampuan atau keterampilan yang kuat. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "majal" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, jika kita memiliki obat-obatan yang dapat menumpulkan otak, maka obat tersebut dapat digolongkan sebagai obat majal. Selain itu, kata "majal" juga dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kepribadian yang tidak kuat atau tidak stabil. Dalam budaya Indonesia modern, kata "majal" sering digunakan dalam konteks ini untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki kemampuan atau keterampilan yang kuat untuk menghadapi tantangan hidup. Dalam beberapa kasus, kata "majal" juga dapat digunakan dalam konteks yang lebih positif. Misalnya, jika kita memiliki kemampuan atau keterampilan yang tidak biasa, maka kita dapat digolongkan sebagai orang majal. Dalam konteks ini, kata "majal" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kemampuan atau keterampilan yang sangat unggul. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "majal" dapat digunakan dalam berbagai konteks, sehingga kita harus lebih berhati-hati dalam menggunakan kata ini untuk menghindari kesalahpahaman.