Arti Kata "mambung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mambung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mambung

mam·bung a kering dan kosong di dalamnya (tt buah-buahan dsb); mampung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mambung"

📝 Contoh Penggunaan kata "mambung" dalam Kalimat

1.Buah mangga di rumahku sudah mambung dan tidak bisa dimakan lagi.
2.Pada saat musim kemarau, sungai di pedesaan sering kali menjadi mambung dan kering.
3.Setelah sekian lama, aku akhirnya menemukan buku yang lama mambung dan hilang dari perpustakaanku.
4.Karena cuaca panas, aku harus sering-sering membeli buah-buahan sebelum akhirnya menjadi mambung.
5.Setelah beberapa bulan, aku mengalami mambung dan kehilangan nafsu makan karena penyakit yang saya derita.

📚 Artikel terkait kata "mambung"

Mengenal Kata 'mambung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mambung" - Makna dan Penggunaan yang Tepat

Kata "mambung" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan kondisi suatu buah atau sayuran yang telah kering dan kosong di dalamnya. Konsep ini sudah ada sejak lama dan dipengaruhi oleh tradisi masyarakat Indonesia dalam mengolah dan mengonsumsi hasil pertanian. Dalam konteks ini, mambung berarti bahwa buah atau sayuran tersebut tidak lagi memiliki isi atau kelembaban yang cukup.

Contoh Penggunaan Kata "mambung" dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata "mambung" digunakan dalam berbagai kalimat. Contohnya, "Buah apel itu sudah mambung, jadi tidak layak untuk dimakan." Dalam kalimat ini, kata "mambung" digunakan untuk menggambarkan kondisi buah apel yang telah kering dan tidak memiliki isi lagi. Contoh lain, "Saya tidak ingin membeli sayuran yang mambung, karena tidak enak dimakan." Dalam kalimat ini, kata "mambung" digunakan untuk menggambarkan kondisi sayuran yang telah kering dan tidak memiliki kelembaban lagi.

Relevansi Kata "mambung" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "mambung" memiliki relevansi yang cukup dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pengolahan dan konsumsi hasil pertanian. Masyarakat Indonesia sering menggunakan kata "mambung" untuk menggambarkan kondisi buah atau sayuran yang telah kering dan tidak memiliki isi lagi. Dengan demikian, kita dapat memahami bahwa kata "mambung" bukan hanya sekedar kata, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.