Arti Kata "nafar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nafar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nafar

na·far v meninggalkan Mina menuju Mekah pd waktu melaksanakan ibadah haji;
~ awal Isl keberangkatan jamaah haji dr Mina ke Mekah pd tanggal 12 Zulhijah; ~ sani Isl keberangkatan jamaah haji dr Mina ke Mekah pd tanggal 13 Zulhijah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nafar"

📝 Contoh Penggunaan kata "nafar" dalam Kalimat

1.nafar jamaah haji berangkat menuju Masjidil Haram dengan keriaan.
2.Saat nafar haji meninggalkan Mina, mereka harus berpakaian sopan.
3.Dalam sejarah Islam, nafar tabi'in adalah para tabi'in yang melihat Rasulullah SAW secara langsung.
4.Pada hari nafar haji, suasana di sekitar Masjidil Haram sangat ramai dan sibuk.
5.nafar pendidik memberikan petunjuk kepada murid-muridnya tentang cara melakukan nafar haji.

📚 Artikel terkait kata "nafar"

Mengenal Kata 'nafar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Nafar" - Simbol Kebangunan dan Kemenangan

Kata "nafar" memiliki makna yang unik dan khusus dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks resmi, nafar berarti meninggalkan Mina menuju Mekah pada waktu melaksanakan ibadah haji, terutama pada tanggal 12 dan 13 Zulhijah. Ini adalah saat ketika jamaah haji berangkat dari Mina ke Mekah sebagai simbol kebangunan dan kemenangan dalam perjalanan spiritual. Dalam sejarah, nafar memiliki makna yang lebih dalam lagi. Ini adalah saat ketika umat Islam meninggalkan tempat ibadah setelah melaksanakan ritual haji, sebagai simbol kebebasan dan kemerdekaan. Mereka meninggalkan tempat tersebut dengan penuh kebahagiaan dan kegembiraan, karena telah mencapai tujuan spirituality mereka. Contoh penggunaan kata "nafar" dalam kalimat yang alami adalah seperti ini: "Pada hari nafar, jamaah haji berangkat dari Mina ke Mekah dengan penuh semangat dan kegembiraan." Atau, "Pada nafar, umat Islam merayakan kemenangan dan kebebasan dengan melakukan ritual haji." Contoh lainnya adalah, "Pada nafar, jamaah haji mulai berjalan menuju Mekah dengan penuh harapan dan keyakinan." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "nafar" memiliki relevansi yang sangat penting. Ini adalah saat ketika kita meninggalkan kesulitan dan tantangan untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. Dalam budaya Indonesia modern, nafar menjadi simbol keberanian dan ketabahan dalam menghadapi tantangan. Mereka yang dapat mencapai nafar adalah mereka yang memiliki semangat dan kegembiraan dalam mencapai tujuan mereka.