Arti Kata "martaban" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "martaban" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

martaban

mar·ta·ban n tempayan atau guci besar dr tanah liat yg dibakar dng suhu tinggi untuk menyimpan air, minyak, beras, dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "martaban"

📝 Contoh Penggunaan kata "martaban" dalam Kalimat

1.Mereka menggunakan martaban besar untuk menyimpan air minum di desa.
2.Guru menjelaskan bagaimana membuat martaban tanah liat dari awal hingga akhir.
3.Kita membutuhkan martaban yang lebih besar untuk menyimpan beras dari panen ini.
4.martaban kuno itu masih terawat dengan baik di dalam museum.
5.Di rumah, ibu menggunakan martaban untuk menyimpan minyak zaitun yang baru dibeli.

📚 Artikel terkait kata "martaban"

Mengenal Kata 'martaban' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "martaban" - Karya Seni Tanah Liat

Kata "martaban" memang tidak asing lagi bagi mereka yang suka mengenal tentang kebudayaan dan sejarah Indonesia. Kata ini memiliki makna umum sebagai tempayan atau guci besar yang terbuat dari tanah liat yang dibakar dengan suhu tinggi untuk menyimpan air, minyak, beras, dan benda lainnya. Sejarahnya, martaban telah digunakan selama ribuan tahun sebagai alat penyimpanan makanan dan minuman, sehingga menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Penggunaan Martaban dalam Kehidupan Sehari-Hari Martaban tidak hanya digunakan sebagai alat penyimpanan, tetapi juga sebagai simbol kebudayaan dan seni. Contoh penggunaan martaban dapat dilihat dalam kalimat seperti: "Ibu saya masih memiliki martaban lama yang digunakan oleh nenek moyang kami untuk menyimpan beras." atau "Pada hari raya Idul Fitri, keluarga kami biasanya menggunakan martaban untuk menyimpan makanan lezat." Dengan demikian, martaban tidak hanya sebagai alat, tetapi juga sebagai simbol kebudayaan dan tradisi yang masih lestari hingga saat ini. Relevansi Martaban dalam Kehidupan Modern Budaya dan kebudayaan Indonesia memiliki kesan yang mendalam terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu, martaban masih memiliki relevansi dalam kehidupan modern. Banyak masyarakat yang masih menggunakan martaban sebagai alat penyimpanan makanan dan minuman, serta sebagai simbol kebudayaan dan seni yang masih lestari. Dengan demikian, martaban tidak hanya sebagai artefak sejarah, tetapi juga sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia yang masih hidup dan berkembang hingga saat ini.