Arti Kata "melak-melak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "melak-melak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

melak-melak

me·lak-me·lak Jk adv (dng) terang-terangan (ditipu dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "melak-melak"

📝 Contoh Penggunaan kata "melak-melak" dalam Kalimat

1.Dia melak-melak dalam menuduh saya mencuri uangnya.
2.Saya melihatnya melak-melak saat berbicara dengan teman saya tentang kejadian itu.
3.Dia dituduh melak-melak dan menipu rekan bisnisnya untuk mendapatkan keuntungan.
4.Pada saat itu, saya merasa terkejut melihat dia melak-melak dan berbohong itu.
5.Ternyata dia melak-melak dalam menipu teman lama untuk mendapatkan uang pinjaman.

📚 Artikel terkait kata "melak-melak"

Mengenal Kata 'melak-melak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "melak-melak" dalam Bahasa Indonesia

Kata "melak-melak" adalah salah satu ungkapan yang penuh dengan makna dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang berlaku terang-terangan, seperti menipu atau melakukan hal-hal yang tidak sopan. Konsep ini memang sudah ada dalam masyarakat Indonesia sejak lama, bahkan sebelum zaman kolonial Belanda. Dalam sejarahnya, kata "melak-melak" dipengaruhi oleh bahasa Sunda dan Jawa, yang kemudian berkembang menjadi bagian dari bahasa Indonesia. Pada masa kolonial, kata ini digunakan untuk menggambarkan perilaku para penjajah yang berlaku tidak adil dan menipu rakyat pribumi. Namun, sekarang kata "melak-melak" lebih sering digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Contoh penggunaan kata "melak-melak" dapat dilihat dalam kalimat berikut: "Dia melaku melak-melak dengan menipu temannya untuk mendapatkan uang," atau "Ia selalu melak-melak dengan berbohong kepada orang-orang di sekitarnya." Dalam kedua contoh tersebut, kata "melak-melak" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang tidak baik. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "melak-melak" sangat relevan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika seseorang melak-melak dengan menipu temannya, maka itu merupakan contoh perilaku yang tidak sopan. Selain itu, kata "melak-melak" juga digunakan dalam konteks sosial, seperti ketika seseorang melak-melak dengan berbohong kepada orang-orang di sekitarnya. Dalam budaya Indonesia modern, kata "melak-melak" masih relevan dan digunakan dalam berbagai konteks. Namun, perlu diingat bahwa kata ini harus digunakan dengan hati-hati, karena dapat mempengaruhi opini orang lain tentang seseorang.