Arti Kata "melaka" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "melaka" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

melaka

me·la·ka ? malaka

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "melaka"

📝 Contoh Penggunaan kata "melaka" dalam Kalimat

1.Saya merasa malaka karena tidak bisa menyelesaikan tugas hari ini.
2.Pak guru bilang bahwa saya harus lebih teliti dalam menulis, agar tidak malaka lagi.
3.Dalam novel itu, tokoh utama adalah seorang pria yang sangat malaka dalam mencintai seseorang.
4.Saya tidak bisa bergabung dengan tim olahraga karena saya termasuk orang yang malaka dalam berlari.
5.Ketika saya membaca buku itu, saya merasa malaka karena tidak bisa memahami bahasa yang digunakan.

📚 Artikel terkait kata "melaka"

Mengenal Kata 'melaka' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "melaka" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "melaka" memiliki makna umum yang sangat luas, tetapi dalam konteks resmi, melaka diartikan sebagai "me·la·ka ? malaka" atau rasa malas atau tidak bersemangat. Konsep ini telah ada sejak zaman dahulu kala, ketika seseorang yang melaka dianggap tidak produktif dan tidak memiliki tujuan hidup yang jelas. Dalam sejarah, melaka seringkali dihubungkan dengan kehidupan pedesaan di Jawa, di mana seseorang yang melaka dianggap tidak memiliki kemampuan untuk mengelola waktu dan sumber daya dengan efektif.

Contoh Penggunaan Kata melaka

Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali melihat contoh penggunaan kata melaka dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Dia terlalu melaka untuk melakukan tugas-tugasnya sendiri, jadi ia meminta bantuan teman-temannya." Contoh lain adalah, "Ia selalu melaka dan tidak bersemangat dalam melakukan pekerjaannya, sehingga prestasinya tidak memuaskan." Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata melaka memiliki peran penting dalam menggambarkan seseorang yang tidak produktif dan tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.

Relevansi Kata melaka dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan modern, kata melaka masih memiliki relevansi yang sangat kuat. Dalam era digital, kita seringkali melihat orang-orang yang melaka karena tidak memiliki kemampuan untuk mengelola waktu dan sumber daya dengan efektif. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki kemampuan untuk mengelola waktu dan sumber daya dengan efektif, sehingga kita dapat mencapai tujuan hidup kita dengan mudah. Dengan demikian, kita dapat menghindari keadaan melaka dan menjadi orang yang lebih produktif dan sukses dalam kehidupan sehari-hari.