Arti Kata "menjual petai hampa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "menjual petai hampa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

menjual petai hampa

Peribahasa membual; beromong kosong

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "menjual petai hampa"

📝 Contoh Penggunaan kata "menjual petai hampa" dalam Kalimat

1.Suara yang menjual petai hampa menggema di auditorium universitas.
2.Politikus terkenal dituduh menjual petai hampa kepada publik selama masa kampanye.
3.Pada hari itu, ia menjual petai hampa kepada teman-temannya dengan senyum manisnya.
4.Dalam perbincangan santai, dia menjual petai hampa bahwa dia suka bermain basket.
5.Pernyataan yang menjual petai hampa tentang keberhasilan bisnisnya membuat orang lain ragu.

📚 Artikel terkait kata "menjual petai hampa"

Mengenal Kata 'menjual petai hampa' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "menjual petai hampa" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "menjual petai hampa" adalah ungkapan yang tidak asing di telinga kita. Jika Anda sering mendengar ungkapan ini, maka Anda pasti sudah tahu apa artinya. Tapi, jika Anda baru saja mengenalnya, mari kita bahas lebih lanjut tentang makna dan konteks historis dari kata "menjual petai hampa". Makna umum dari "menjual petai hampa" adalah membual atau beromong kosong. Ungkapan ini berasal dari kebiasaan pedagang di masa lalu yang menjual kopi atau rempah-rempah di pasar tradisional. Mereka akan membual tentang kualitas rempah-rempah mereka, namun tidak ada satu pun yang ada di tas mereka. Dengan demikian, "menjual petai hampa" menjadi ungkapan yang menggambarkan seseorang yang berbicara banyak namun tidak memiliki substansi atau nilai.

Penggunaan Kata "menjual petai hampa" dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "menjual petai hampa" dalam kalimat yang alami: - "Dia selalu menjual petai hampa tentang keberhasilannya, tapi ketika saya bertanya, ternyata tidak ada buktinya." - "Jangan menjual petai hampa tentang kemampuan Anda, karena itu hanya akan membuat orang lain kecewa." - "Dia suka menjual petai hampa tentang proyeknya, namun pada kenyataannya, proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan."

Relevansi Kata "menjual petai hampa" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "menjual petai hampa" sangat relevan. Banyak orang yang suka berbicara banyak namun tidak memiliki substansi atau nilai. Mereka akan menjual petai hampa tentang keberhasilannya, kemampuan mereka, atau bahkan tentang produk atau jasa yang mereka tawarkan. Namun, pada kenyataannya, tidak ada satu pun yang ada di sana. Dengan demikian, kata "menjual petai hampa" menjadi ungkapan yang sangat penting untuk diingat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.