Arti Kata "mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)

Peribahasa perkataan (janji) yang sudah diucapkan harus ditepati

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)"

📝 Contoh Penggunaan kata "mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)" dalam Kalimat

1.Perusahaan harus menepati janji yang telah diucapkan kepada pelanggan.
2.Dalam sebuah perjanjian, kata-kata yang diucapkan sudah menjadi tanggung jawab.
3.Setelah menjanjikan hadiah, tidak bisa tidak memberikan seperti yang diucapkan.
4.Di masyarakat, perlu diingatkan bahwa perkataan sudah menjadi emas.
5.Sebelum mengucapkan janji, harus berhati-hati karena perkataan sudah menjadi tanggung jawab.

📚 Artikel terkait kata "mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)"

Mengenal Kata 'mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa yang Mengingatkan pada Keterikatan Janji

Kata "mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)" adalah salah satu peribahasa yang masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Makna umum dari peribahasa ini adalah bahwa perkataan (janji) yang sudah diucapkan harus ditepati. Peribahasa ini memiliki konteks historis dan sosial yang kuat, karena pada masa lalu, perkataan yang diucapkan oleh seseorang dianggap sebagai suatu janji yang harus dipegang teguh.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Contoh penggunaan kata "mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)" di dalam kalimat adalah sebagai berikut: - Saya harus menjalankan janji saya untuk mengikuti tes, karena janji saya adalah mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya). - Ibu saya selalu mengingatkan saya untuk menghormati janji saya, karena mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya) adalah hukum yang harus diikuti. - Saya tidak bisa menolak menyelesaikan proyek ini, karena saya sudah berjanji dan itu adalah mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya).

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "mulut telanjur (terdorong) emas tantangannya (padahannya)" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan modern, kita seringkali dihadapkan pada situasi di mana kita harus menjalankan janji yang telah diucapkan. Peribahasa ini mengingatkan kita bahwa perkataan yang diucapkan harus diikuti dengan tindakan yang sesuai. Dengan demikian, kita dapat membangun kepercayaan dan kejujuran dalam berinteraksi dengan orang lain. Peribahasa ini juga mengingatkan kita bahwa kejujuran dan integritas adalah aspek yang sangat penting dalam kehidupan manusia.