Arti Kata "nepotis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nepotis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nepotis

ne·po·tis /népotis/ n penganut paham nepotisme

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nepotis"

📝 Contoh Penggunaan kata "nepotis" dalam Kalimat

1.Penganut paham nepotisme seringkali mendapatkan keuntungan dalam karir mereka.
2.Kasus penyalahgunaan kekuasaan dan nepotisme telah menghancurkan reputasi pemerintahan tersebut.
3.Dalam organisasi, nepotisme dapat menyebabkan ketidakadilan dalam penyebaran sumber daya dan keuntungan.
4.Pengadilan telah menuduh mantan pejabat dengan tuduhan nepotisme yang serius.
5.Masyarakat diharapkan untuk menghindari paham nepotisme dan memprioritaskan keadilan dalam setiap tindakan.

📚 Artikel terkait kata "nepotis"

Mengenal Kata 'nepotis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "nepotis" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "nepotis" memiliki makna yang kompleks dan seringkali dihubungkan dengan konotasi negatif. Secara historis, istilah ini berasal dari Yunani Kuno, dengan kata "nepotisme" yang berarti "pelayanan untuk hubungan keluarga". Dalam konteks sosial, nepotis seringkali diartikan sebagai penganut atau pengikut paham nepotisme, yaitu praktek yang melibatkan pengamanan atau penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan keluarga atau orang terdekat. Nepotis seringkali dihubungkan dengan konsep korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Namun, dalam konteks yang lebih luas, kata ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku atau tindakan yang disebabkan oleh kemauan untuk membantu atau melindungi orang-orang yang terdekat. Dalam kalimat yang alami, contoh penggunaan kata nepotis dapat dilihat dalam contoh berikut: - "Pemimpin negara tersebut telah dianggap sebagai tokoh nepotis karena seringkali memprioritaskan kepentingan keluarga dibandingkan dengan kepentingan negara." - "Dia dianggap sebagai seorang nepotis karena seringkali memberikan kesempatan kerja kepada saudara-saudaranya." - "Kebijakan yang baru-baru ini diumumkan dianggap sebagai contoh nepotis karena hanya menanggung manfaat bagi keluarga pemimpin." Dalam kehidupan sehari-hari, kata nepotis memiliki relevansi penting dalam masyarakat modern. Dalam konteks Indonesia, misalnya, konsep nepotisme telah menjadi isu hangat dalam berbagai sektor, mulai dari politik hingga bisnis. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks dari kata nepotis sehingga dapat menghindari praktek-praktek yang tidak tepat dan membangun masyarakat yang lebih adil dan transparan.

Kata yang Mirip

nepotisme