Arti Kata "normalisasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "normalisasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

normalisasi

nor·ma·li·sa·si n tindakan menjadikan normal (biasa) kembali; tindakan mengembalikan pd keadaan, hubungan, dsb yg biasa atau yg normal: -- hubungan kedua negara yg telah lama berperang sulit dilakukan;
me·nor·ma·li·sa·si·kan v menormalkan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "normalisasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "normalisasi" dalam Kalimat

1.Pemerintah melakukan normalisasi hubungan diplomatik dengan negara tetangga setelah perundingan sukses.
2.Proses normalisasi ekonomi sangat diperlukan untuk mengembalikan keadaan perekonomian yang telah terganggu.
3.Dalam konteks sastra, novel tersebut mengisahkan tentang normalisasi kehidupan seorang pria setelah kehilangan pasangannya.
4.normalisasi data adalah proses penting dalam analisis statistik untuk menghilangkan kesalahan pengumpulan data.
5.Pemerintah melakukan normalisasi harga bahan pokok untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "normalisasi"

Mengenal Kata 'normalisasi' - Inspirasi dan Motivasi

Normalisasi: Mengembalikan Kedamaian dan Harmoni

Normalisasi adalah proses menjadikan sesuatu menjadi normal atau biasa kembali. Konsep ini memiliki latar belakang historis yang kaya, terutama dalam konteks perang dan konflik antarnegara. Sebelum perang pecah, hubungan antarnegara biasanya berada dalam keadaan yang stabil dan harmonis. Namun, ketika konflik terjadi, hubungan tersebut sering kali terganggu dan sulit dilakukan. Proses normalisasi diadakan untuk mengembalikan hubungan antarnegara ke keadaan normalnya. Dalam praktiknya, normalisasi dapat terlihat dalam berbagai bentuk. Misalnya, ketika dua negara yang pernah berperang ingin memulai hubungan diplomatik, proses normalisasi harus dilakukan untuk mengembalikan keadaan normal. Hal ini dapat dilakukan melalui pertemuan diplomatik, penandatanganan perjanjian, dan lain-lain. Contoh lain, ketika suatu perusahaan ingin mengembalikan hubungan dengan karyawan yang pernah memiliki konflik, proses normalisasi dapat dilakukan melalui pertemuan, komunikasi efektif, dan lain-lain. Dalam kehidupan sehari-hari, proses normalisasi juga dapat dilihat dalam berbagai bentuk. Misalnya, ketika seorang individu telah melakukan kesalahan dan ingin memulai kembali, proses normalisasi dapat dilakukan melalui perbaikan diri, pertemuan dengan orang lain, dan lain-lain. Bahkan, dalam budaya Indonesia modern, normalisasi juga dapat dilihat dalam bentuk normalisasi sosial, yaitu proses menjadikan sebuah masyarakat menjadi normal atau biasa kembali setelah mengalami perubahan besar. Dengan demikian, normalisasi menjadi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.