Arti Kata "obyektif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "obyektif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

obyektif

ob·yek·tif /obyéktif/ ? objektif

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "obyektif"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "obyektif" dalam Kalimat

1.Seorang jurnalis harus memiliki kemampuan menulis artikel dengan bahasa yang objektif dan tidak memihak.
2.Pengamat politik mengkritik keputusan pemerintah yang tidak objektif dalam menyelesaikan konflik sosial.
3.Dalam suatu penelitian ilmiah, peneliti harus menggunakan data dan analisis yang objektif untuk mengambil kesimpulan.
4.Seorang pemimpin harus mampu memberikan keputusan yang objektif dan adil dalam menyelesaikan masalah timbal balik.
5.Ketepatan waktu dan objektifitas laporan adalah dua hal yang sangat penting dalam pelaporan bisnis.

πŸ“š Artikel terkait kata "obyektif"

Mengenal Kata 'obyektif' - Inspirasi dan Motivasi

Menjadi Obyektif dalam Berpikir dan Berbicara

Kata obyektif sering digunakan dalam berbagai konteks dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, kata ini memiliki arti sebagai tidak bersifat subjektif atau ekspresi pendapat pribadi. Namun, sebenarnya obyektif memiliki sejarah yang panjang dan kaitan dengan konsep epistemologi. Pada abad ke-17, ilmuwan seperti RenΓ© Descartes membahas tentang obyektifitas dalam pengetahuan. Mereka berpendapat bahwa pengetahuan harus berdasarkan pada fakta-fakta yang dapat diobservasi dan diukur, bukan pada pendapat atau opini pribadi. Dengan demikian, obyektif menjadi konsep penting dalam filsafat dan ilmu pengetahuan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan kata obyektif dalam berbagai konteks. Misalnya, seorang jurnalis dapat berbicara tentang obyektifitas dalam penulisan berita, sehingga pembaca dapat memahami informasi dengan lebih jelas. Seseorang juga dapat mengatakan bahwa sebuah film memiliki obyektifitas yang tinggi, karena dapat memperlihatkan kebenaran tentang suatu fenomena. Berikut beberapa contoh penggunaan kata obyektif dalam kalimat yang alami: * Jurnalisme yang obyektif dapat membantu masyarakat memahami isu-isu penting dengan lebih jelas. * Sebagai pengamat, saya mencoba untuk menjadi obyektif dalam menilai sebuah acara. * Pendidikan yang obyektif dapat membantu siswa memahami konsep-konsep ilmu pengetahuan dengan lebih baik. Dalam budaya Indonesia modern, obyektifitas menjadi konsep penting dalam berbagai konteks. Mulai dari jurnalisme, pendidikan, hingga dalam kehidupan sehari-hari, kita sering diharapkan untuk menjadi obyektif dalam berpikir dan berbicara. Dengan demikian, kita dapat memahami kebenaran dan fakta-fakta dengan lebih jelas, serta membuat keputusan yang lebih bijak.