Arti Kata "ompol" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ompol" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ompol

om·pol n air kencing yg keluar pd waktu tidur;
meng·om·pol v mengeluarkan air kencing pd waktu tidur: anaknya sudah besar, tetapi masih -

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ompol"

📝 Contoh Penggunaan kata "ompol" dalam Kalimat

1.Bayi yang baru lahir masih belum bisa mengendalikan otot-otot tubuhnya, sehingga sering mengalami ompol.
2.Dokter membantu pasien mengatasi gangguan saluran kencing yang menyebabkan ompol terus-menerus.
3.Pernah dengar cerita tentang si kancil yang tidak pernah mengalami ompol dalam hidupnya.
4.Pengalaman mengurus anak kecil membuat ibu tahu bahwa ompol adalah hal biasa dalam kehidupan sehari-hari.
5.Dalam proses belajar mengenakan pakaian, anak kecil sering mengalami kecelakaan karena ompol saat tidur.

📚 Artikel terkait kata "ompol"

Mengenal Kata 'ompol' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ompol" - Arti, Contoh, dan Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ompol adalah istilah yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan fenomena alami yang terjadi pada manusia, terutama anak-anak. Dalam arti resmi, kata ompol memiliki dua definisi, yaitu sebagai nama benda dan sebagai kata kerja. Menurut KBBI, ompol adalah air kencing yang keluar pada waktu tidur, serta mengompol, yang berarti mengeluarkan air kencing pada waktu tidur. Dalam konteks historis, kata ompol sering digunakan dalam kalimat yang menggambarkan perilaku anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Misalnya, "Anaknya sudah besar, tetapi masih mengompol setiap malam." Contoh lainnya adalah, "Ibunya terkejut melihat anaknya mengompol di tempat tidur." Dalam kedua contoh kalimat di atas, kata ompol digunakan untuk menggambarkan fenomena alami yang terjadi pada anak-anak. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ompol masih relevan digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam konteks pengasuhan anak, orang tua harus mengajarkan anaknya untuk menghentikan kebiasaan mengompol. Selain itu, kata ompol juga sering digunakan dalam konteks medis, seperti diagnostik penyakit yang terkait dengan sistem kemih. Dalam kasus ini, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah anak tersebut mengalami gangguan sistem kemih yang menyebabkan mengompol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kata ompol masih penting digunakan dalam berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari.