Arti Kata "paniki" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "paniki" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

paniki

pa·ni·ki n kelelawar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "paniki"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "paniki" dalam Kalimat

1.Pengenalan kelelawar pa·ni·ki dapat dilakukan dengan hati-hati karena hewan ini sangat beracun.
2.Di Taman Nasional, kita bisa menemukan kelelawar pa·ni·ki yang hidup di gua-gua tersembunyi.
3.Ilmuwan telah berhasil menemukan cara untuk mencegah kelelawar pa·ni·ki dari kepunahan.
4.Kita harus berhati-hati saat menangkap kelelawar pa·ni·ki karena bisa mengeluarkan getah beracun.
5.Konservasi kelelawar pa·ni·ki sangat penting untuk melestarikan keanekaragaman hayati.

πŸ“š Artikel terkait kata "paniki"

Mengenal Kata 'paniki' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "paniki" - Kelelawar yang Menakutkan

Kata "paniki" seringkali membawa asosiasi negatif dalam masyarakat Indonesia. Dalam arti resmi, paniki adalah kelelawar yang termasuk dalam suku Vespertilionidae. Namun, dalam konteks budaya dan sosial, paniki sering digunakan untuk menggambarkan keadaan panik atau ketakutan yang meluas. Contohnya, ketika ada gempa bumi atau bencana alam, masyarakat sering mengalami paniki karena takut akan bahaya yang mengancam. Dalam sejarah, kata paniki juga digunakan untuk menggambarkan situasi ketika masyarakat mengalami kepanikan massal. Misalnya, pada masa kolonial, masyarakat Indonesia sering mengalami paniki karena takut akan kekuasaan penjajah. Ketika ada berita tentang penjajah yang akan menyerang desa mereka, masyarakat sering panik dan berlari meninggalkan tempat tinggal mereka. Contoh penggunaan kata paniki dalam kalimat yang alami adalah: * "Ketika ada gempa bumi, masyarakat sering mengalami paniki dan berlari meninggalkan bangunan." * "Orang-orang panik ketika mendengar berita tentang wabah penyakit yang menyebar di daerah tersebut." * "Masyarakat panik ketika ada kebakaran besar di pusat kota dan takut akan bangunan yang akan hancur." Relevansi kata paniki dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Dalam budaya Indonesia modern, paniki sering digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan situasi ketika masyarakat mengalami kepanikan massal. Dalam konteks ini, paniki digunakan untuk menggambarkan bagaimana masyarakat dapat bergerak bersama-sama untuk menghadapi tantangan yang dihadapi. Oleh karena itu, kata paniki tetap menjadi bagian penting dari bahasa Indonesia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.