Arti Kata "panjang mata" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "panjang mata" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

panjang mata

Kiasan lacur (tentang perempuan)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "panjang mata"

📝 Contoh Penggunaan kata "panjang mata" dalam Kalimat

1.Seorang laki-laki yang suka mengatakan bahwa dia sudah pernah melihat gadis cantik, dia terkenal sebagai orang panjang mata di sekolah.
2.Pernah ada cerita rakyat yang menggambarkan seorang petani yang selalu melihat gadis cantik, dia punya kebiasaan yang terkenal sebagai panjang mata.
3.Pada acara pesta, dia terus memuji kecantikan gadis itu, tidak sedikit lagi yang mengatakan bahwa dia adalah orang panjang mata.
4.Sebagai seorang narablog, dia sering membuat tulisan tentang kehidupan sehari-hari, namun terkesan sebagai orang yang panjang mata karena selalu membahas tentang perempuan.
5.Dalam film komedi terbaru, latar belakang tokoh utama yang terus memuji kecantikan perempuan di sekitarnya membuatnya disebut sebagai orang panjang mata.

📚 Artikel terkait kata "panjang mata"

Mengenal Kata 'panjang mata' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "panjang mata" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "panjang mata" sering digunakan untuk menggambarkan perilaku tertentu yang dianggap sebagai tanda kecurangan atau kebohongan. Istilah ini telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia sejak lama, dan sering digunakan dalam berbagai konteks, terutama dalam percakapan sehari-hari.

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "panjang mata" berasal dari istilah "melihat panjang", yaitu melihat lebih jauh dari apa yang tampak pada permukaan. Dalam konteks ini, seseorang yang memiliki **panjang mata** dianggap sebagai orang yang dapat melihat atau mengetahui hal-hal yang tidak terlihat oleh orang lain. Istilah ini pertama kali digunakan dalam masyarakat Jawa pada abad ke-19 untuk menggambarkan perilaku perempuan yang dianggap curang atau kebohong.

Penggunaan Kata "panjang mata" dalam Kalimat Alami

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "panjang mata" dalam kalimat alami: - "Ia tidak percaya bahwa istrinya memiliki **panjang mata**, tetapi ternyata ia melihat bukti-bukti yang menunjukkan bahwa ia memang curang." - "Dia tidak suka berbicara dengan orang yang memiliki **panjang mata**, karena ia khawatir akan terjebak dalam permainan kebohongannya." - "Ibu saya selalu mengatakan bahwa aku harus tidak tergiur dengan kata-kata yang tidak jujur, karena mereka memiliki **panjang mata** dan hanya ingin menipu aku."

Relevansi Kata "panjang mata" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "panjang mata" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks percakapan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Namun, perlu diingat bahwa istilah ini dapat memiliki konotasi negatif dan harus digunakan dengan hati-hati. Dalam beberapa kasus, kata "panjang mata" digunakan sebagai cara untuk menggambarkan perilaku yang dianggap tidak jujur atau tidak etis. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan kata ini dengan bijak dan tidak menyalahkan orang lain tanpa bukti yang kuat.