Arti Kata "parestesia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "parestesia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

parestesia

pa·res·te·sia /paréstésia/ n Dok perasaan sakit atau perasaan yg menyimpang; rasa abnormal, spt kesemutan, rasa terbakar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "parestesia"

📝 Contoh Penggunaan kata "parestesia" dalam Kalimat

1.Ketika mengalami luka bakar, parestesia dapat terjadi pada kulit yang terkena.
2.Pada tahap awal penyakit Parkinson, pasien mungkin mengalami parestesia pada tangan dan kaki.
3.Dokter menganalisis gejala-gejala parestesia yang dialami pasien untuk menentukan penyebabnya.
4.parestesia pada tangan dan kaki dapat menjadi gejala awal dari gangguan neurologi tertentu.
5.Ketika berolahraga, beberapa atlet mengalami parestesia ringan pada otot-otot mereka.

📚 Artikel terkait kata "parestesia"

Mengenal Kata 'parestesia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "parestesia" - Dok Perasaan Sakit yang Mengganggu

Parestesia adalah kata yang mungkin tidak familiar bagi banyak orang, tetapi makna dan konteksnya sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dok perasaan sakit atau perasaan yang menyimpang, seperti kesemutan atau rasa terbakar, adalah definisi resmi dari kata parestesia. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu paresthesia, yang terdiri dari dua kata: para (di luar) dan aisthesis (perasaan). Dalam sejarahnya, kata parestesia digunakan untuk menggambarkan perasaan abnormal yang dialami oleh pasien dengan penyakit tertentu, seperti neuropati. Namun, sekarang kata ini lebih sering digunakan dalam konteks yang lebih umum, seperti perasaan sakit atau tidak nyaman yang dialami oleh orang biasa. Misalnya, "Saya merasakan parestesia di tangan saya setelah berolahraga terlalu keras" atau "Ketika saya makan makanan pedas, saya merasakan parestesia di lidah saya". Parestesia memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks kesehatan. Banyak orang yang mengalami parestesia sebagai gejala awal dari penyakit tertentu, seperti diabetes atau penyakit ginjal. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks dari kata parestesia agar dapat mendeteksi gejala-gejala kesehatan yang tidak biasa. Dengan demikian, kita dapat lebih siap dalam menghadapi permasalahan kesehatan yang mungkin timbul di kemudian hari.